REVIEW
UJI
KERAGAMAN KOPERASI BERPRESTASI BERDASARKAN SKALA USAHA TAHUN 2009*
OLEH
Johnny
W. Situmorang**
IV. HASIL DAN
PEMBAHASAN
4.1 Keragaan Umum Koperasi Berkualitas
Secara umum bahwa keragaman koperasi
berkualitas tahun 2009, dimana jumlah
anggota antara 67 orang dan 80858 orang, tenagakerja antara 1 orang dan
651 orang, modal sendiri antara Rp.0.07 miliar dan Rp.139.25 miliar, modal luar
antara Rp.0.13 miliar dan Rp.470.83 miliar, volume usaha antara Rp.0.16 miliar
dan Rp.687.48 miliar, dan SHU antara Rp.0.01 miliar dan Rp.8.24 milar. Sedangkan nilai volume usaha per anggota
adalah antara Rp.80.0 juta dan Rp.448.40 juta.
Gambaran usaha koperasi berprestasi terlihat pada Lampiran 2-7. Posisi
secara keseluruhan terlihat pada Lampiran 2. Sedangkan pada Lampiran 3-7
terlihat perbedaan posisi dalam kelompok koperasi berprestasi. Posisi koperasi berdasarkan usaha di atas
rata-rata adalah sebanyak 5 KSP
(>Rp.13.8 miliar), 9 KK (>Rp.14.83 miliar), 3 KP(>Rp.28.89
miliar), 3 KM (>Rp.21.0 miliar), dan 4 KJ (Rp.12.40 miliar). MoE adalah
ukuran sebaran yang dapat memberikan batas atas dan batas bawah yang
menunjukkan selang performa dalam kontrol. Dalam terminologi pengawasan, di
luar batas atas dan batas bawah dinyatakan sebagai di luar kontrol. MoE
menentukan UCL dan LCL variabel performa output koperasi berprestasi. Untuk
anggota, UCL-nya adalah 4499 orang dan LCL-nya 278 orang.Artinya kita dipercaya
95% bahwa anggota koperasi berprestasi dengan rata-rata 2389 orang ada di
antara 278 orang dan 4499 orang.
Demikian juga dengan variabel volume usaha, dimana UCL-nya Rp.45.79
miliar dan LCL-nya Rp.9.24 miliar.
Artinya, kita percaya nilai volume usaha koperasi rata-rata Rp.27.51
miliar per koperasi ada di antara nilai Rp.9.24 miliar dan Rp.45.79 miliar. Untuk variabel performa output lainnya,
berlaku hal yang sama.
4.2. Uji Keragaman
Jumlah sampel KSP adalah 15, KK
sebanyak 30, KP sebanyak 10, KM sebanyak 10, dan KJ sebanyak 10. Sebagai data
sekunder, sebaran ini adalah “given” dalam analisis ini. Alasan mengapa
distribusi terjadi seperti tersebut di atas, tidak menjadi obyek pembahasan
dalam analisis ini. Nilai rata-rata volume usaha klaster KSP adalah yang
tertinggi, yakni Rp.58.71 miliar, lalu berurutan adalah KP sebesar Rp.28.39 miliar,
KJ sebesar Rp.24.40 miliar, KM sebesar Rp.21.06 miliar, dan KK sebesar Rp.14.81
miliar. Nilai volume usaha maksimum
adalah pada KSP, sebesar Rp.687.78 miliar, disusul oleh KP sebesar Rp.110.3
miliar, KM sebesar Rp.79.37 miliar, KJ sebesar Rp.72.29 miliar, dan KK sebesar
Rp.65.14 miliar. Volume usaha terendah adalah pada KSP sebesar Rp.0.16 miliar,
lalu KK sebesar Rp.0.77 miliar, KP sebesar Rp.0.88 miliar, KM sebesar Rp.1.25
miliar, dan KJ sebesar Rp.3.34 miliar. Terlihat, volume usaha yang sangat beragam
adalah pada KSP, antara Rp.0.16 sampai Rp.687.48 miliar. Hal ini karena ada satu sampel yang menonjol
sendiri (outlier), yakni sampel SP-1 dengan volume usaha mencapai
Rp.687.48 miliar. Koperasi ini adalah Koperasi Kredit (Kopdit) yang sebelumnya
merupakan lembaga keuangan Credit Union (CU) di Kabupaten Sanggau,
Kalimantan Barat. Dengan jumlah anggota
mencapai 80.858 orang, volume usaha mencapai Rp.3.82 miliar per anggota. Koperasi sampel ini mempunyai asset sebesar
Rp.610.08 miliar dimana sebesar 22.83% dari asset itu bersumber dari modal
sendiri.Sebagai lembaga keuangan, koperasi sampel ini termasuk berhasil.
Berdasarkan analisis keragaman pada
persamaan (1) – (7) diperoleh beberapa hasil ringkasan ANOVA single factor
pada Tabel 3 dan Tabel 4.Pada Tabel 3 terlihat analisis keragaman koperasi
berprestasi berdasarkan kelompok KSP,KK,KP,KM, dan KJ.Jumlah total observasi
adalah sebanyak 75 dan jumlah kelompok (k) sebanyak 5.Nilai total volume usaha
KSP berprestasi adalah Rp.880,68 miliar (tertinggi), disusul oleh KK sebesar
Rp.444.42 miliar, KP sebesar Rp.283.87 miliar, KJ sebesar Rp.210.59 miliar, dan
terrendah KM sebesar Rp.210,59 miliar.Dengan menggunakan persamaan
(1),ditemukan nilai rata-rata masing-masing kelompok sampel,KSP adalah Rp.58.71
miliar, KK sebesar Rp.14.81 miliar dan seterusnya (sama dengan Tabel 2). Dengan
menggunakan persamaan (3), nilai rata-rata dari seluruh kelompok adalah
Rp.29.47 miliar. Nilai variance diperoleh dari operasi persamaan (2), misalkan
untuk KSP adalah
SKSP2
= (687.48-58.71)2 + (43.98-58.71)2 +…………….+ (0.15-58.71)2/(5-1)
= (395349 + 217.03 + 182.84+………………..+ 3428.3)/4
= 30445.49 miliar
Berdasarkan persamaan (4), dapat
diketahui MSTR setelah terlebih dahulu dihitung SSTR, yakni
SSTR = 15(58.71-29.47)2 +
30(14.81-29.47)2 +
10(28.39-29.47)2 + 10(21.06-29.47)2 +
(24.40-29.47)2
= 12823.26 + 6447.12 + 11.81 + 708.05 + 257.82
= 20248.06 miliar
MSTR = 20248.06/(5-1)
= 5062.02 miliar
Berdasarkan persamaan (5), dapat diketahui
MSE dengan terlebih dahulu dihitung SSE, yakni
SSE = (15-1)30445.49 +
(30-1)358.79 + (10-1)1453.28 + (10-1)919.32 + (10-1)514.49
= 4126236.88 + 10405.00 + 13079.55 + 8273.91 + 4630.39
= 462625.73 miliar
MSE = 462625.73/(75-5)
= 6608.94 miliar
Dengan didapatkannya nilai MSTR dan
MSE, ringkasan ANOVA terlihat pada Tabel 4. Sumber variasi adalah variasi antar
kelompok atau perlakuan) dan variasi dalam kelompok. Total variasi adalah
penjumlahan variasi antar kelompok (SSTR) dan variasi dalam kelompok
(SSE).Derajat bebas (df) antar kelompok adalah 4 (=5 kelompok kurang 1) dan
dalam kelompok 70 (= 75 observasi kurang kelompok). Dari sini dapatlah
dinyatakan bahwa analisis keragaman merupakan proses partitioning jumlah
total kuadrat dan derajat bebas atas variasi yang bersumber dari antar kelompok
dan dalam kelompok.Kuadrat rata-rata antar kelompok (MSTR) adalah sebesar
Rp.5062.02 miliar dan Kuadrat rata-rata dalam kelompok (MSE) adalah sebesar Rp.6608.94
miliar.
Dengan angka-angka hasil analisis
keragaman pada Tabel 4 maka uji F dapat dilakukan atas keragaman koperasi
berprestasi tahun 2009. Nilai F hitung (Fh)
adalah:
Fh
= 5062.02/6608.94
= 0.7659
Nilai Fh sebesar 0.7659 adalah lebih
kecil daripada Ft, sebesar 2.53 pada a = 5% dan derajat bebas nominator 4 dan
denominator 704.Dengan menggunakan kriteria p-value, ternyata p-value
(0.7659;4;70)
adalah a = 5%.Artinya, keputusan
adalah terima Ho yang menyatakan nilai rata-rata adalah sama.Atau pada selang
kepercayaan 95% terdapat bukti bahwa klaster koperasi yang terdiri dari
koperasi simpan pinjam, koperasi produksi, koperasi konsumsi, koperasi
pemasaran, dan koperasi jasa tidak berbeda satu dengan lainnya. Oleh karena
itu, pembinaan dan pengawasan pembangunan koperasi tidak membutuhkan perbedaan perlakuan
antar koperasi tersebut. Ini berbeda
dengan output performa masing-masing kelompok koperasi berprestasi
dimana dari beberapa variabel yang menunjukkan performa koperasi. Sayangnya,
studi ini tidak mengungkapkan mengapa hal itu bisa terjadi.
V. PENUTUP
Penilaian
koperasi berdasarkan prestasi adalah upaya pemerintah untuk mengetahui performa
koperasi dan merupakan suatu perangsang kemajuan koperasi Indonesia. Dari hasil
analisis keragaman, secara umum terungkap keragaan koperasi berdasarkan volume
usaha berbeda antar koperasi simpan pinjam, koperasi produksi, koperasi
konsumsi,koperasi pemasaran, dan koperasi jasa. Namun,secara spesifik
,berdasarkan uji keragaman, terbukti tidak ada perbedaaan antar kelompok
koperasi tersebut. Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa perbedaan populasi
koperasi tersebut tidak menyebabkan adanya keragaman antar koperasi. Dalam
rangka pembinaan dan pengawasan pembangunan koperasi, khususnya untuk koperasi
berprestasi, kebijakan dan perlakuan pemerintah bisa saja seragam, meskipun
jenis koperasi beragam.Misalnya menyangkut kebijakan pengembangan bisnis,
khususnya volume usaha,dan pelatihan manajemen dan kewirausahaan serta
sertifikasi bisnis dan manajemen koperasi.
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, David R., Dennis J. Sweeney,
Thomas A. Williams. 2004. Essentials
of Modern Business Statistics
With Microsoft® Excel,2e. Thomson SouthWestern.
Anonim. 1984. Memperkokoh
Pilar-pilar Kemandirian Koperasi.Ontologi Esei. Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen
Koperasi. Jakarta, 12 Juli.
_______. 2005. Koperasi Terbaik
Seluruh Indonesia. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, RI, Jakarta.
_______. 2007a. Pedoman Penilaian Koperasi
Berprestasi Tahun 2007. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, RI, Jakarta.
_______. 2007b. Peraturan Menteri Negara Koperasi
dan Usaha Kecil dan Menegah
Republik Indonesia Nomor 03/Per/14-KUKM/I/2007. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil
dan Menengah, RI, Jakarta.
_______. 2009. Profil Koperasi Berprestasi Tahun 2009.
Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah Republik Indonesia, Jakarta
Baswir, Revrisond. 2010. Revitalisasi Koperasi Dalam
Menghadapi Perdagangan Bebas (ACFTA, ANZFTA). Worksop Nasional dan
Ekspose Hasil Pemberdayaan Koperasi dan UMKM “Kelembagaan Koperasi Sehat, Koperasi Kuat, Rakyat Sejahtera”. Dosen FEB UGM dan Anggota Majelis Pakar Dekopin. Jakarta, Juli.
Book, Sven Ake. 1994. Nilai-Nilai
Koperasi Dalam Era Globalisasi. Laporan Kepada Kongres ICA di Tokyo, Oktober 1992. Koperasi Jasa Audit.
Penerjemah Djabarudin Djohan. Jakarta, April.
Keller, Gerald.Statistics for Management and Economics.Seven
Edition. Thomson Brooks/Cole.
Marcus, Lars. 1992. Nilai-nilai Dasar
dan Kecenderungan Global Kooperatif. Majalah INFOKOP, Media Pengkajian Perkoperasian, nomor 11 tahun IX, Mei. Badan
Litbangkop & PPK, Depkop & PPK,
Jakarta.
Mubyarto. 1998. Ekonomi Rakyat
Menghadapi Globalisasi. Dalam bukunya ”Reformasi Sistem Ekonomi. Dari Kapitalisme Menuju Ekonomi
Kerakyatan. Penerbit Aditya Media.
Rahardjo, Dawam. 2010. Ekonomi
Politik Perkoperasian Indonesia.
Prosiding seminar “Ekonomi Politik Perkoperasian
Indonesia. Ibnu Soedjono Center dan
GKBI, Jakarta, 8 & 12 Juli.
Situmorang, Johnny W. 2000. Doktrin/Ajaran Koperasi Indonesia. Forum Dialog Nasional
“Koperasi Dalam Paradigma Reformasi
Menuju Indonesia Baru”. Aliansi Koperasi Indonesia (ALKINDO), Hotel Indonesia. Jakarta, 4 – 5 September
2000.
NAMA :
DELLA IRFIANIS
NPM / KELAS :
21211825 / 2EB1O
TAHUN :
2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar