Jumat, 04 Januari 2013

REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 3 BAG. 3



REVIEW
UJI KERAGAMAN KOPERASI BERPRESTASI BERDASARKAN SKALA USAHA TAHUN 2009*

OLEH
Johnny W. Situmorang**

 
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
       4.1 Keragaan Umum Koperasi Berkualitas
           
            Secara umum bahwa keragaman koperasi berkualitas tahun 2009, dimana jumlah  anggota antara 67 orang dan 80858 orang, tenagakerja antara 1 orang dan 651 orang, modal sendiri antara Rp.0.07 miliar dan Rp.139.25 miliar, modal luar antara Rp.0.13 miliar dan Rp.470.83 miliar, volume usaha antara Rp.0.16 miliar dan Rp.687.48 miliar, dan SHU antara Rp.0.01 miliar dan Rp.8.24 milar.  Sedangkan nilai volume usaha per anggota adalah antara Rp.80.0 juta dan Rp.448.40 juta.  Gambaran usaha koperasi berprestasi terlihat pada Lampiran 2-7. Posisi secara keseluruhan terlihat pada Lampiran 2. Sedangkan pada Lampiran 3-7 terlihat perbedaan posisi dalam kelompok koperasi berprestasi.  Posisi koperasi berdasarkan usaha di atas rata-rata adalah sebanyak 5 KSP  (>Rp.13.8 miliar), 9 KK (>Rp.14.83 miliar), 3 KP(>Rp.28.89 miliar), 3 KM (>Rp.21.0 miliar), dan 4 KJ (Rp.12.40 miliar). MoE adalah ukuran sebaran yang dapat memberikan batas atas dan batas bawah yang menunjukkan selang performa dalam kontrol. Dalam terminologi pengawasan, di luar batas atas dan batas bawah dinyatakan sebagai di luar kontrol. MoE menentukan UCL dan LCL variabel performa output koperasi berprestasi. Untuk anggota, UCL-nya adalah 4499 orang dan LCL-nya 278 orang.Artinya kita dipercaya 95% bahwa anggota koperasi berprestasi dengan rata-rata 2389 orang ada di antara 278 orang dan 4499 orang.  Demikian juga dengan variabel volume usaha, dimana UCL-nya Rp.45.79 miliar dan LCL-nya Rp.9.24 miliar.  Artinya, kita percaya nilai volume usaha koperasi rata-rata Rp.27.51 miliar per koperasi ada di antara nilai Rp.9.24 miliar dan Rp.45.79 miliar.  Untuk variabel performa output lainnya, berlaku hal yang sama.



        4.2. Uji Keragaman

            Jumlah sampel KSP adalah 15, KK sebanyak 30, KP sebanyak 10, KM sebanyak 10, dan KJ sebanyak 10. Sebagai data sekunder, sebaran ini adalah “given” dalam analisis ini. Alasan mengapa distribusi terjadi seperti tersebut di atas, tidak menjadi obyek pembahasan dalam analisis ini. Nilai rata-rata volume usaha klaster KSP adalah yang tertinggi, yakni Rp.58.71 miliar, lalu berurutan adalah KP sebesar Rp.28.39 miliar, KJ sebesar Rp.24.40 miliar, KM sebesar Rp.21.06 miliar, dan KK sebesar Rp.14.81 miliar.  Nilai volume usaha maksimum adalah pada KSP, sebesar Rp.687.78 miliar, disusul oleh KP sebesar Rp.110.3 miliar, KM sebesar Rp.79.37 miliar, KJ sebesar Rp.72.29 miliar, dan KK sebesar Rp.65.14 miliar. Volume usaha terendah adalah pada KSP sebesar Rp.0.16 miliar, lalu KK sebesar Rp.0.77 miliar, KP sebesar Rp.0.88 miliar, KM sebesar Rp.1.25 miliar, dan KJ sebesar Rp.3.34 miliar. Terlihat, volume usaha yang sangat beragam adalah pada KSP, antara Rp.0.16 sampai Rp.687.48 miliar.  Hal ini karena ada satu sampel yang menonjol sendiri (outlier), yakni sampel SP-1 dengan volume usaha mencapai Rp.687.48 miliar. Koperasi ini adalah Koperasi Kredit (Kopdit) yang sebelumnya merupakan lembaga keuangan Credit Union (CU) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.  Dengan jumlah anggota mencapai 80.858 orang, volume usaha mencapai Rp.3.82 miliar per anggota.  Koperasi sampel ini mempunyai asset sebesar Rp.610.08 miliar dimana sebesar 22.83% dari asset itu bersumber dari modal sendiri.Sebagai lembaga keuangan, koperasi sampel ini termasuk berhasil.
Berdasarkan analisis keragaman pada persamaan (1) – (7) diperoleh beberapa hasil ringkasan ANOVA single factor pada Tabel 3 dan Tabel 4.Pada Tabel 3 terlihat analisis keragaman koperasi berprestasi berdasarkan kelompok KSP,KK,KP,KM, dan KJ.Jumlah total observasi adalah sebanyak 75 dan jumlah kelompok (k) sebanyak 5.Nilai total volume usaha KSP berprestasi adalah Rp.880,68 miliar (tertinggi), disusul oleh KK sebesar Rp.444.42 miliar, KP sebesar Rp.283.87 miliar, KJ sebesar Rp.210.59 miliar, dan terrendah KM sebesar Rp.210,59 miliar.Dengan menggunakan persamaan (1),ditemukan nilai rata-rata masing-masing kelompok sampel,KSP adalah Rp.58.71 miliar, KK sebesar Rp.14.81 miliar dan seterusnya (sama dengan Tabel 2). Dengan menggunakan persamaan (3), nilai rata-rata dari seluruh kelompok adalah Rp.29.47 miliar. Nilai variance diperoleh dari operasi persamaan (2), misalkan untuk KSP adalah

SKSP2 = (687.48-58.71)2 + (43.98-58.71)2 +…………….+ (0.15-58.71)2/(5-1)
             = (395349 + 217.03 + 182.84+………………..+ 3428.3)/4
             = 30445.49 miliar


Berdasarkan persamaan (4), dapat diketahui MSTR setelah terlebih dahulu dihitung SSTR, yakni

SSTR  = 15(58.71-29.47)2 + 30(14.81-29.47)2 + 10(28.39-29.47)2 + 10(21.06-29.47)2 +
                (24.40-29.47)2       
             = 12823.26 + 6447.12 + 11.81 + 708.05 + 257.82        
             = 20248.06 miliar

MSTR  = 20248.06/(5-1)
             = 5062.02 miliar

Berdasarkan persamaan (5), dapat diketahui MSE dengan terlebih dahulu dihitung SSE, yakni

SSE     = (15-1)30445.49 + (30-1)358.79 + (10-1)1453.28 + (10-1)919.32 + (10-1)514.49
             = 4126236.88 + 10405.00 + 13079.55 +        8273.91 + 4630.39
             = 462625.73 miliar

MSE    = 462625.73/(75-5)
             = 6608.94 miliar

Dengan didapatkannya nilai MSTR dan MSE, ringkasan ANOVA terlihat pada Tabel 4. Sumber variasi adalah variasi antar kelompok atau perlakuan) dan variasi dalam kelompok. Total variasi adalah penjumlahan variasi antar kelompok (SSTR) dan variasi dalam kelompok (SSE).Derajat bebas (df) antar kelompok adalah 4 (=5 kelompok kurang 1) dan dalam kelompok 70 (= 75 observasi kurang kelompok). Dari sini dapatlah dinyatakan bahwa analisis keragaman merupakan proses partitioning jumlah total kuadrat dan derajat bebas atas variasi yang bersumber dari antar kelompok dan dalam kelompok.Kuadrat rata-rata antar kelompok (MSTR) adalah sebesar Rp.5062.02 miliar dan Kuadrat rata-rata dalam kelompok (MSE) adalah sebesar Rp.6608.94 miliar.

Dengan angka-angka hasil analisis keragaman pada Tabel 4 maka uji F dapat dilakukan atas keragaman koperasi berprestasi tahun 2009.  Nilai F hitung (Fh) adalah:

Fh        =         5062.02/6608.94
             =         0.7659

Nilai Fh sebesar 0.7659 adalah lebih kecil daripada Ft, sebesar 2.53 pada a = 5% dan derajat bebas nominator 4 dan denominator 704.Dengan menggunakan kriteria p-value, ternyata p-value (0.7659;4;70)
adalah a = 5%.Artinya, keputusan adalah terima Ho yang menyatakan nilai rata-rata adalah sama.Atau pada selang kepercayaan 95% terdapat bukti bahwa klaster koperasi yang terdiri dari koperasi simpan pinjam, koperasi produksi, koperasi konsumsi, koperasi pemasaran, dan koperasi jasa tidak berbeda satu dengan lainnya. Oleh karena itu, pembinaan dan pengawasan pembangunan koperasi tidak membutuhkan perbedaan perlakuan antar koperasi tersebut.  Ini berbeda dengan output performa masing-masing kelompok koperasi berprestasi dimana dari beberapa variabel yang menunjukkan performa koperasi. Sayangnya, studi ini tidak mengungkapkan mengapa hal itu bisa terjadi.

V. PENUTUP

            Penilaian koperasi berdasarkan prestasi adalah upaya pemerintah untuk mengetahui performa koperasi dan merupakan suatu perangsang kemajuan koperasi Indonesia. Dari hasil analisis keragaman, secara umum terungkap keragaan koperasi berdasarkan volume usaha berbeda antar koperasi simpan pinjam, koperasi produksi, koperasi konsumsi,koperasi pemasaran, dan koperasi jasa. Namun,secara spesifik ,berdasarkan uji keragaman, terbukti tidak ada perbedaaan antar kelompok koperasi tersebut. Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa perbedaan populasi koperasi tersebut tidak menyebabkan adanya keragaman antar koperasi. Dalam rangka pembinaan dan pengawasan pembangunan koperasi, khususnya untuk koperasi berprestasi, kebijakan dan perlakuan pemerintah bisa saja seragam, meskipun jenis koperasi beragam.Misalnya menyangkut kebijakan pengembangan bisnis, khususnya volume usaha,dan pelatihan manajemen dan kewirausahaan serta sertifikasi bisnis dan manajemen koperasi.


DAFTAR PUSTAKA

Anderson, David R., Dennis J. Sweeney, Thomas A. Williams.  2004. Essentials of  Modern Business                      Statistics With Microsoft® Excel,2e. Thomson SouthWestern.

Anonim. 1984. Memperkokoh Pilar-pilar Kemandirian Koperasi.Ontologi Esei. Badan Penelitian dan             Pengembangan, Departemen Koperasi.  Jakarta, 12 Juli.

_______. 2005. Koperasi Terbaik Seluruh Indonesia. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan   Menengah, RI, Jakarta.

_______.  2007a. Pedoman Penilaian Koperasi Berprestasi Tahun 2007. Kementerian Koperasi dan           Usaha Kecil dan Menengah, RI, Jakarta.

_______.  2007b. Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil       dan Menegah Republik Indonesia Nomor 03/Per/14-KUKM/I/2007.  Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, RI, Jakarta.

_______. 2009. Profil Koperasi          Berprestasi Tahun 2009. Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil      dan Menengah Republik Indonesia, Jakarta

Baswir, Revrisond.  2010. Revitalisasi Koperasi Dalam Menghadapi Perdagangan Bebas    (ACFTA,           ANZFTA). Worksop Nasional dan Ekspose Hasil Pemberdayaan Koperasi dan UMKM   “Kelembagaan Koperasi Sehat, Koperasi Kuat, Rakyat Sejahtera”.  Dosen FEB UGM dan         Anggota Majelis Pakar Dekopin.  Jakarta, Juli.

Book, Sven Ake.  1994.  Nilai-Nilai Koperasi Dalam Era Globalisasi. Laporan Kepada Kongres ICA di      Tokyo, Oktober 1992. Koperasi Jasa Audit. Penerjemah Djabarudin Djohan. Jakarta, April.

Keller, Gerald.Statistics           for Management and Economics.Seven Edition. Thomson Brooks/Cole.

Marcus, Lars. 1992. Nilai-nilai  Dasar  dan Kecenderungan Global Kooperatif.  Majalah INFOKOP,           Media Pengkajian Perkoperasian, nomor 11 tahun IX, Mei. Badan Litbangkop & PPK, Depkop &   PPK, Jakarta.

Mubyarto. 1998. Ekonomi Rakyat Menghadapi Globalisasi. Dalam bukunya ”Reformasi Sistem      Ekonomi. Dari Kapitalisme Menuju Ekonomi Kerakyatan. Penerbit Aditya Media.

Rahardjo, Dawam. 2010. Ekonomi Politik Perkoperasian       Indonesia. Prosiding seminar “Ekonomi Politik             Perkoperasian Indonesia.  Ibnu Soedjono Center dan GKBI, Jakarta, 8 & 12 Juli.

Situmorang, Johnny W.  2000. Doktrin/Ajaran Koperasi        Indonesia. Forum Dialog Nasional “Koperasi Dalam Paradigma Reformasi Menuju Indonesia Baru”. Aliansi Koperasi Indonesia (ALKINDO),     Hotel Indonesia. Jakarta, 4 – 5 September 2000.



NAMA             : DELLA IRFIANIS
NPM / KELAS : 21211825 / 2EB1O
TAHUN           : 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar