Senin, 21 Oktober 2013
Pertumbuhan Ekonomi Tak Sejalan Dengan Lapangan Kerja
NAMA : DELLA IRFIANIS
NPM : 21211825
KELAS : 3EB10
Tingginya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dinilai tidak sejalan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Buktinya, pengangguran di Indonesia masih terhitung cukup tinggi.
CEO Portalhr Malla Latief mengatakan, Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak tahun 2010 Indonesia mencatat angka pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen dan selalu berada di atas angka rata-rata dunia. Berbagai konsultan dunia menempatkan Indonesia sebagai salah satu ekonomi paling berpotensi di dunia.
Menurut Malla, walaupun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 mencapai 6,3 persen, namun pada saat yang sama tingkat pengangguran Indonesia juga masih terbilang tinggi.
Pada 2013 tingkat pengangguran mencapai 6,32 persen atau sama dengan 7,24 juta angkatan kerja menganggur. Yang memprihatinkan adalah, sebagian dari pengganggur ini adalah anak muda."Data dari ILO 2012 mencatat angka pengangguran pemuda mencapai angka di atas 20 persen," kata dia di Jakarta, Kamis (17/10).
Sebagai salah satu penyokong utama perekonomian Indonesia, kata dia, perusahaan-perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) akan menggelar sebuah job fair BUMN pertama dan terbesar yang pernah ada di Indonesia.Tujuan diadakannya job fair ini adalah untuk membuka kesempatan yang sama dan seluas-luasnya kepada semua anak bangsa untuk berkarir di BUMN.
Dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, sudah semestinya asas keterbukaan dan kompetisi menjadi dasar sistem penjaringan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan BUMN berikut anak-anak perusahaannya sebagai gambaran pelaksanaan Good Corporate Government.
Kegiatan job fair yang bertajuk BUMN Career Days 2013 ini akan dilangsungkan pada 5-7 Desember di Istora Senayan Jakarta.
Dengan memanfaatkan teknologi digital dan sosial media, sistem penjaringan tenaga kerja dapat dilakukan dengan lebih efisien serta terbuka. Kegiatan ini ditargetkan akan menjaring lebih dari 150 ribu pencari kerja.
Malla mengatakan, berbeda dengan acara job fair yang lain, pada acara job fair ini juga akan dibuka kesempatan atau posisi magang, selain posisi-posisi untuk sarjana muda (fresh graduated) dan karyawan yang berpengalaman (pro-hire).
Kegiatan ini juga akan memfasilitasi diskusi strategis terkait pengembangan SDM nasional, melibatkan para praktisi, akademisi, dan pengusaha. Kegiatan ini diselenggarakan oleh
PortalHR.com bekerjasama dengan Profex dengan dukungan dari Kementrian BUMN Republik Indonesia.
CARA MENGUNDUH BBM di ANDROID dan IPHONE
NAMA : DELLA IRFIANIS
NPM : 21211825
KELAS : 3EB10
Menyusul peluncuran Blackberry Messenger di Android dan iPhone, produsen ponsel asal Kanada itu akan menggilir peluncuran BBM guna memastikan sistem layanan pesan instan yang mereka miliki tidak mengalami gangguan lagi.
Para pengguna BBM dianjurkan mengunjungi laman BBM.com dari ponselnya dan diharapkan bersabar sebelum aplikasi resminya hadir di ponsel mereka. Untuk mengunduh aplikasi BBM ini bisa dengan membuka alamat bbm.com dari perangkat Android. Setelah itu arahkan ke Play Store untuk mengunduhnya. Cara ini relatif lebih aman karena berasal dari alamat yang resmi. Setelah itu, pengguna bisa menginstallnya. Jika sudah mempunyai BB ID, maka pendaftaran akan lebih mudah karena Anda tinggal mengisinya. Aplikasi di BBM pun berjalan dengan lancar.
Ketika dicoba dengan menggunakan BB ID yang sebelumnya didaftarkan melalui perangkat BlackBerry maka seluruh "Kontak" maupun "Group" otomotis terimpor di perangkat Android. Namun PIN BBM di perangkat Android berbeda dengan di perangkat BB. Selain itu, setelah BBM di Android bisa beroperasi, BBM di perangkat BB kita menjadi tidak bisa dioperasikan.
Untuk mengetahui PIN BBM di Android, maka tap (sentuh) saja profil kita maka akan terlihat PIN BBM. Sementara yang belum mempunyai BB ID atau ingin membuat BB ID baru maka Anda bisa membuatnya dari aplikasi BBM untuk Android tersebut.
Untuk tahap pertama, Blackberry menyatakan para pengguna ponsel Samsung yang berada di wilayah Sub-Sahara Afrika bahkan sudah bisa mengunduh aplikasi BBM melalui Samsung Apps store sejak Selasa dini hari.
Sebelumnya BlackBerry mengumumkan bahwa aplikasi BlackBerry Messenger (BBM) akan tersedia untuk perangkat Android dan iPhone mulai 21 September (waktu AS), namun aplikasi yang sempat diluncurkan di App Store dan diunduh oleh sejumlah pengguna iPhone akhirnya ditarik kembali dengan alasan teknis.
Beberapa pengguna Android pun diketahui sempat berhasil menggunakan BBM untuk Android pada 22 September dengan mengunduh aplikasi tidak resmi yang beredar melalui jejaring sosial. Blackberry kemudian mematikan server layanan BBM akibat padatnya lalu lintas data yang diakibatkan oleh "kebocoran" aplikasi tersebut sebelum peluncuran resminya.
Sumber : http://www.republika.co.id
Pentingnya Menanamkan Mindsite Mandiri Sejak Dini
NAMA :
DELLA IRFIANIS
NPM :
21211825
KELAS :
3EB10
Bertanggungjawab
terhadap berbagai hal mulai dari hal-hal yang sederhana memang selayaknya
ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini agar kelak mampu mandiri. Ya, kurikulum
berbasis entrepreuner yang
memberikan nilai tambah bagi kurikulum yang telah ada itulah yang diterapkan di
My School, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) atau Sekolah Nasional
Plus berbasis entrepreuner
pertama di Palembang. Menurut Johannes Agus Taruna, Owner dan Founder My
School, “Sekolah ini merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang menerapkan
kurikulum entrepreuner untuk mendidik siswa menjadi lebih mandiri dan kreatif.
Sehingga anak didik mampu mengembangkan minat dan bakatnya di berbagai bidang.
” Kehadiran My School juga semakin melengkapi keragaman dunia pendidikan di
kota Pempek ini.
Menurut alumnus Fakultas MIPA Jurusan
Matematika, Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, keseriusannya terjun ke
dunia pendidikan berawal dari keinginannya mewujudkan cita-cita almarhum
ayahnya yang hanya tamat SD. Ketika lulus kuliah di tahun 1997, Johannes
diterima bekerja di salah satu bank swasta nasional sebagai petugas kliring.
Karena merasa berbakat menjadi pengajar, Johannes pun tak menyia-nyiakan
talentanya itu dengan membuka les privat di luar jam kerja kantornya. Namun
pada tahun 1999, ia memutuskan untuk keluar dan membuka Bimbingan Belajar
(Bimbel) yang diberi nama Super Bimbel Gamaliel Science Center (GSC) bermodal
tabungan sebesar Rp 10 juta untuk menyewa ruko sebagai tempat kursus.
Ketekunannya mengelola kursus ini membuat Super Bimbel GSC terus berkembang.
Hingga kini GSC sudah memiliki 20 Cabang di berbagai kota termasuk 8 cabang di
Palembang, yaitu Sekayu, Baturaja, Pekanbaru, Pangkalpinang, Padang hingga
Banda Aceh. Bahkan mulai merambah pulau Jawa dengan membuka cabang di Depok.
Pada tahun 2006, Super Bimbel GSC yang meliputi program bimbingan belajar untuk
kelas 1 SD hingga kelas 12 SMA ini juga membuka franchise. Pada tahun 2009, Johannes membuka TK My School yang berlokasi di Jl. MP Mangkunegara Komplek Prabu Indah Blok III-V Simpang Patal, Kenten, Palembang. Ternyata kurikulum yang berbeda dari sekolah konvensional ini mendapatkan respon positif dari para orang tua murid, sehingga pada tahun 2012 My School membuka SD dan SMP.
Berbagai aspek yang menunjang sebagai RSBI diterapkan di My School diantaranya berbagai fasilitas yang memadai, sistem pengajaran menggunakan bahasa asing, kurikulum dan lainnya. Sarana dan prasarana pun dilengkapi seperti ruangan ber-AC dan koneksi Wi-Fi, laboratorium komputer, multimedia, robotic, science dan musik, perpustakaan, laboratorium bahasa, sport hall serta playground untuk Kelompok Bermain dan TK.
Johannes tak pernah setengah-setengah dalam mewujudkan mimpinya mencetak generasi entrepreuner yang mampu menciptakan lapangan kerja atau menjadi job creator, bukan sekedar job seeker. Pihaknya pun menggandeng Founder Finger Print Analysis Bandung dalam menganalisa kecerdasan dan bakat para siswa melalui analisa sidik jari, Universitas Ciputra EntrepreunerSchool- Surabaya untuk memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar My School. Bahkan untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional, My School menggandeng University of Cambridge sehingga semua program pengajaran yang ada di University of Cambridge juga diterapkan di My School Palembang. “Kedepannya hal ini akan berpengaruh pada kemajuan lulusan dari Indonesia agar mampu bersaing dalam kancah global. Kalau biasanya lulusan luar negeri dengan gampangnya mendapatkan pekerjaan di Indonesia, saya yakin lulusan dari Indonesia pun akan mampu berkompetisi di luar negeri,” ujar Johannes.
Founder sekolah yang bermotto “Students Today Leaders Tomorrow,” ini juga menggarisbawahi bahwa sekolahnya bukan hanya ingin mendidik anak menjadi pribadi yang mampu mengembangkan kreatifitasnya di bawah kontrol para pendidik, namun juga mengajarkan etika dan budaya agar siswa yang mampu berprestasi di tingkat internasional tersebut tidak melupakan akar budaya bangsanya sendiri.
Sarana dan prasarana modern di lembaga pendidikan yang diciptakan untuk menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi tiap siswanya itu juga didukung oleh sarana perbankan seperti penyediaan EDC (Electronic Data Capture) untuk kemudahan bertransaksi secara debit maupun kredit. EDC BCA tersedia di My School maupun seluruh outlet Super Bimbel GSC. Bahkan kemudahan pembayaran biaya masuk My School dan biaya pendaftaran Super Bimbel GSC menggunakan Kartu Kredit BCA melalui Cicilan BCA 0% juga tersedia. Sebagai nasabah BCA sejak tahun 1997, Johannes memanfaatkan berbagai solusi dari BCA untuk mengembangkan usahanya, diantaranya melalui Kredit Modal Kerja, KKB serta KPR BCA. Bahkan, ayah dua putra ini menggunakan Payroll BCA untuk gaji sekitar 500 karyawannya serta tengah menjajaki penggunaan fasilitas Virtual Account BCA untuk mempermudah para siswanya membayar biaya bulanan sekolah atau yang biasa disebut SPP.
Pelaku UKM Trade Expo Incar Pasar Internasional
NAMA :
DELLA IRFIANIS
NPM : 21211825
KELAS :
3EB10
Pemerintah dan pelaku swasta di Tanah Air sedang menyambut pameran dagang terbesar di
Indonesia, Trade Expo Indonesia, yang diadakan pada 16-20 Oktober, di Jakarta International
Expo, Kemayoran, Jakarta. Lewat pameran berskala internasional ini, pemerintah
ingin menjaring lebih banyak buyers asing juga pengunjung domestik. Mereka bakal
disuguhkan dengan produk-produk buatan dalam negeri yang berkualitas dan
memenuhi standar internasional.
Di TEI yang ke-28 ini akan ada sekitar 2 ribu
peserta pameran, mulai dari perusahaan besar hingga kelas UKM. Produk yang akan
ditampilkan cukup beragam, diantaranya komponen otomotif, furnitur, bahan
bangunan, peralatan rumah tangga, makanan dan minuman, hingga fashion.
Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Trade Expo
Indonesia (TEI) 2013 benar-benar memanfaatkan peluang yang disediakan oleh
pemerintah untuk memperjual belikan produknya kepada konsumen. Tidak hanya
pasar dalam negeri, para pelaku UKM juga mengincar peluang dari pasar
internasional.
Salah satu pelaku UKM TEI 2013 bernama Tia Yulia Setiawati yang ditemui di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Minggu (20/10) mengatakan bahwa kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan olehnya untuk melebarkan bisnisnya ke pasar internasional. Tidak tanggung-tanggung, sudah ada enam negara yang sepakat untuk membeli produk garmen asal Kota Bandung tersebut.
"Kini kita sudah dapat enam buyer untuk diekspor. Ada buyer dari Korea, India Kolombia, Kamboja, Belanda dan Kamerun," ujar Tia pemilik produk bernama Jasmine itu.
Tia menjelaskan bahwa produk-produk yang dijual ke enam negara itu adalah celana denim berbahan kaos dengan harga sekitar US$4 sampai dengan US$5 per potong dengan pemesanan setiap pembeli sekitar 5.000 sampai 10.000 potong. Sedangkan untuk pasar domestik, Tia menjual produknya dengan kisaran harga Rp120.000 per potong tergantung dengan jumlah pembelian.
"Kita jual dibawah harga untuk ekspor karena pembelian mereka dalam volume yang cukup besar dan sifatnya cash and carry. Dengan harga murah itu, kita juga tidak akan memberikan kualitas yang lebih rendah atau apapun, karena kita sangat menjaga konsumen," sambung wanita berumur 30 tahun ini.
Lebih lanjut, ibu dua anak ini mengatakan bahwa usahanya mulai mengalami peningkatan yang cukup siginifkan sejak belajar dengan Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan untuk melakukan kegiatan ekspor. Menurutnya, sejak melakukan kegiatan ekspor, omset usahanya bisa mencapai Rp250 juta per bulan.
"Kita memang sangat dibantu oleh PPEI sehingga bisa mengenal dan berani melakukan ekspor. Alhamdulillah sekarang sudah ada peningkatan produksi, apalagi setelah ada permintaan ekspor. Yang membanggakan setelah bisa ekspor, brand kita lebih dikenal lagi secara meluas," jelasnya.
Dengan sudah menjual produknya ke pasar internasional, Tia mengaku pun mengaku sudah tidak takut untuk menghadapi pasar bebas ASEAN tahun 2015 mendatang. Ia pun juga juga siap menghadapi gempuran produk dari China yang akan membajiri pasar dalam negeri dalam beberapa tahun kedepan.
Menurutnya dengan mengedepankan kualitas bahan dan jahitan, jenis produk yang dimilikinya tidak akan kalah bersaing dengan produk-produk negara tetangga lainnya.
"Jadi walaupun nanti pada 2015 produk luar negeri berdatangan dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN dan produk dari China, saya sama sekali tidak takut untuk bersaing. Karena kita punya kualitas yang lebih bagus dari mereka," pungkasnya wanita yang pernah mengikuti ajang Inacraft, singapura Expo dan Hongkong Fashion Week ini.
Salah satu pelaku UKM TEI 2013 bernama Tia Yulia Setiawati yang ditemui di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Minggu (20/10) mengatakan bahwa kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan olehnya untuk melebarkan bisnisnya ke pasar internasional. Tidak tanggung-tanggung, sudah ada enam negara yang sepakat untuk membeli produk garmen asal Kota Bandung tersebut.
"Kini kita sudah dapat enam buyer untuk diekspor. Ada buyer dari Korea, India Kolombia, Kamboja, Belanda dan Kamerun," ujar Tia pemilik produk bernama Jasmine itu.
Tia menjelaskan bahwa produk-produk yang dijual ke enam negara itu adalah celana denim berbahan kaos dengan harga sekitar US$4 sampai dengan US$5 per potong dengan pemesanan setiap pembeli sekitar 5.000 sampai 10.000 potong. Sedangkan untuk pasar domestik, Tia menjual produknya dengan kisaran harga Rp120.000 per potong tergantung dengan jumlah pembelian.
"Kita jual dibawah harga untuk ekspor karena pembelian mereka dalam volume yang cukup besar dan sifatnya cash and carry. Dengan harga murah itu, kita juga tidak akan memberikan kualitas yang lebih rendah atau apapun, karena kita sangat menjaga konsumen," sambung wanita berumur 30 tahun ini.
Lebih lanjut, ibu dua anak ini mengatakan bahwa usahanya mulai mengalami peningkatan yang cukup siginifkan sejak belajar dengan Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan untuk melakukan kegiatan ekspor. Menurutnya, sejak melakukan kegiatan ekspor, omset usahanya bisa mencapai Rp250 juta per bulan.
"Kita memang sangat dibantu oleh PPEI sehingga bisa mengenal dan berani melakukan ekspor. Alhamdulillah sekarang sudah ada peningkatan produksi, apalagi setelah ada permintaan ekspor. Yang membanggakan setelah bisa ekspor, brand kita lebih dikenal lagi secara meluas," jelasnya.
Dengan sudah menjual produknya ke pasar internasional, Tia mengaku pun mengaku sudah tidak takut untuk menghadapi pasar bebas ASEAN tahun 2015 mendatang. Ia pun juga juga siap menghadapi gempuran produk dari China yang akan membajiri pasar dalam negeri dalam beberapa tahun kedepan.
Menurutnya dengan mengedepankan kualitas bahan dan jahitan, jenis produk yang dimilikinya tidak akan kalah bersaing dengan produk-produk negara tetangga lainnya.
"Jadi walaupun nanti pada 2015 produk luar negeri berdatangan dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN dan produk dari China, saya sama sekali tidak takut untuk bersaing. Karena kita punya kualitas yang lebih bagus dari mereka," pungkasnya wanita yang pernah mengikuti ajang Inacraft, singapura Expo dan Hongkong Fashion Week ini.
Sumber :
http://swa.co.id/business-strategy/management/tei-2013-bidik-10-000-buyers
http://www.metrotvnews.com
Sabtu, 19 Oktober 2013
BIDANG USAHA YANG PROSPEKTIF SAAT INI
NAMA :
DELLA IRFIANIS
NPM : 21211825
KELAS :
3EB10
Saat ini perekonomian di Indonesia tumbuh dengan
baik walau tidak besar dan cepat tetapi secara keseluruhan pertumbuhan tersebut
lebih baik di antara negara negara lain di kawasan asia. Pada saat seperti ini
tingkat kesejahteraan masyarakat ikut naik sehingga banyak masyarakat yang
membelanjakan pendapatan mereka baik untuk konsumtif dan juga berinvestasi. Berikut
beberapa usaha yang prospektif saat ini :
1. Bisnis
Kontraktor
Salah satu bentuk investasi yang biasa dilakukan
oleh masyarakat mereka membeli sebidang tanah dan membangun baik itu berupa
rumah tinggal. Ruko maupun rumah untuk dikontrakkan. Dengan kondisi tersebut
prospek usaha dalam bidang kontraktor baik untuk rumah tinggal maupun bangunan
sangat terbuka lebar. Saat ini banyak tanah tanah yang tadinya tidak produktif
banyak ditawarkan kepada pengembang untuk di jadikan komplek perumahan. Jasa
Kontraktor Rumah Para developer berusaha untuk bekerjasama dengan pihak Jasa
kontraktor rumah untuk dapat menjalankan bisnis perumahan baik untuk perumahan
besar maupun kecil. Dalam proses pengembangan sebuah proyek real estate atau
perumahan perlu adanya sinergi baik dari perusahaan developer dan juga
perusahaan kontraktor sebagai pelaksana dari pembangunan perumahan tersebut.
Selain dalam kerjasama pengembangan sebuah komplek perumahan jasa kontraktor
juga diperlukan apabila para pemilik rumah akan merenovasi bangunan yang ada.
Ada sebagian developer hanya menjual tanah tanpa bangunan sehingga memerlukan
tenaga tenaga ahli dibidang pembangunan rumah tinggal. Banyak peluang usaha
yang dapat di peroleh dan dikembangkan dari sektor jasa kontraktor bangunan,
dengan target dan segmentasi yang beragam. Para pengusaha di bidang jasa
kontraktor rumah dapat memilih apakah bermain pada level business to business
atau perusahaan dengan perusahaan, selain itu ada juga pilihan dengan pendekatan
segmentasi pasar business to costumer atau perusahaan langsung ke perorangan
atau pribadi. Untuk dapat bermain diasegala sisi seorang pengusaha harus mampu
dan dapat terus melakukan ekspansi dan juga memperbaharui strategi bisnis
mereka sehingga akan dapat terus bersaing di dunia bisnis jasa kontraktor.
Untuk pengusaha kecil atau yang baru terjun dalam bidang ini sebaiknya berusaha
untuk bermain pada segmen yang lebih kecil yaitu segmentasi renovasi rumah atau
bangunan yang tidak begitu banyak memerlukan modal dalam menjalankan bisnis di
bidang jasa kontraktor. Prospek Bisnis Kontraktor adalah bisnis yang bergerak
dibidang properti, baik itu rumah, perumahan, ruko, mall, dan apartemen. Bisnis
properti merupakan bisnis yang sangat menjanjikan dari tahun ke tahun dan terus
melonjak, karena bisnis ini bisa dijalankan dengan modal tidak besar atau tanpa
modal sekalipun. Mengapa bisnis properti ini cenderung meningkat setiap tahun,
Setiap bisnis pada awalnya pasti melalui beberapa kesulitan, begitu juga dengan
Bisnis Properti ini, kesulitan awal dalam Bisnis Properti ini pada umumnya
adalah : Mencari lahan yang tepat dan strategis.Pola kerjasama dengan pemilik
lahan, Perijinan dan birokrasi dari pihak pemerintah dan bank.Pembangunan
Infrastruktur, seperti membuat/ memperbaiki jalan menuju lokasi Strategi
Pemasaran. Tapi pada beberapa tahun ini, di Indonesia muncul tren yang sangat
memudahkan para pebisnis Properti, yaitu dengan terlebih dahulu menjual konsep
rumah dan membangun kepercayaan konsumen, cara ini terbukti sangat ampuh untuk
mensiasati permasalahan modal, apalagi dengan sistem KPR yang sekarang ini di
tawarkan oleh Bank yang semakin memudahkan Konsumen untuk memiliki rumah
sehingga peluang Bisnis Properti ini sangat menjanjikan.
2. Bisnis Kopi Luwak
Banyak
warga yang masih menjalani usaha kopi luwak di Lampung. Mereka tetap
menjalankan usaha pembuatan kopi bubuk kualitas premium ini, walaupun
penjualannya sulit naik dikarenakan harga yang jauh lebih mahal. Banyak pelaku
yang menggeluti bisnis kopi luwak di daerah itu gulung tikar dan hanya sebagian
kecil yang bertahan. Salah satu penyebabnya adalah tidak bersatunya para
pengusaha kopi luwak tersebut dalam satu wadah.Untuk saat inio harga kopi luwak
di Lampung sekarang mencapai Rp600.000 per kilogram, sedangkan untuk wilayah
Jakarta bisa lebih mahal yaitu Rp1.200.000 per kilogram.
3. Bisnis Jamur Tiram
Dari
beberapa jenis cemilan, jamur merupakan salah satu penyumbang protein terbesar.
Saat ini banyak orang mulai mengolah jamur sebagai camilan atau pelengkap
masakan. Semakin populernya jamur sebagai cemilan tentu membuat para pelaku bisnis ingin meraup untung dari
jualan jamur ini. Agar lebih laku dan rasa lebih lezat, para pebisnis itu
melakukan berbagai inovasi dalam mengolah jamur.
Berbagai
jenis masakan yang biasa, kini mulai dipadu dengan jamur. Seperti mie ayam
jamur, sup jamur tiram, sate jamur, soto jamur, pepes jamur, oseng-oseng jamur,
dan masih banyak lainnya. Walau hanya berupa bahan tambahan dalam masakan,
jamur sangat disukai dan sering digunakan.
4.
Bisnis Kepiting Soka atau Kepiting Bakau
Kepiting
soka banyak disukai konsumen dikarenakan cangkangnya lunak dan bisa dimakan.
Nah, hal tersebut yang menjadikan kepiting ini mulai ramai dibudidayakan.
Pelanggan biasanya berasal dari restoran. Dengan harga jual Rp 55.000 - Rp
75.000 per kilogram, omzet budidaya kepiting soka bisa mencapai Rp 2,6 juta per
hari. Terlihat dari luar, bentuk kepiting ini sama dengan kepiting jenis
lainnya.
Kepiting soka atau yang sering disebut kepiting bakau banyak digemari karena sanggup menghadirkan cara baru menyantap kepiting. Dengan cangkang lunak, penikmat makanan ini tidak perlu lagi bekerja keras memecahkan cangkang dan mengorek-ngorek daging di dalam cangkang.
Kepiting soka atau yang sering disebut kepiting bakau banyak digemari karena sanggup menghadirkan cara baru menyantap kepiting. Dengan cangkang lunak, penikmat makanan ini tidak perlu lagi bekerja keras memecahkan cangkang dan mengorek-ngorek daging di dalam cangkang.
5.
Bisnis Usaha Pertanian Organik
Peluang usaha pertanian organik dengan modal kecil
dan tidak terlalu besar asal ada keinginan kuat maka peluang berhasil terbuka
lebar. Bisnis dalam bidang pertanian boleh dikatakan tidak ada matinya, karena
komoditi pertanian adalah komoditi yang akan tetap menjadi primadona dalam
bisnis. Serta adanya Gaya hidup sehat dengan slogan “Back to Nature” telah
menjadi trend baru.
Pertanian
Organik saat ini banyak disukai dalam dunia bisnis pertanian atau Agrobisnis,
hal ini seiring dengan munculnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya
mengkonsumsi makanan, sayuran dan buah-buahan yang bebas dari bahan-bahan
kimia.
Sumber
: http://peluangusaha.barunews.com
Langganan:
Postingan (Atom)