Jumat, 04 Januari 2013

REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 1 BAG. 2



REVIEW

PENGARUH MODAL SENDIRI, MODAL LUAR, DAN VOLUME USAHA PADA SISA
HASIL USAHA KOPERASI DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
The Influence of Own Capital, Loan Capital and Business Volume on Added Value of
Cooperatives  in Yogyakarta Special Province

OLEH

Agustin Rusiana Sari
(agustin@staff.gunadarma.ac.id)
Beny Susanti
(bsanti@staff.gunadarma.ac.id)
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma

METODE PENELITIAN

Data dan Sumber Data
            Data penelitian yang digunakan adalah data jumlah modal sendiri, modal luar, volume usaha dan SHU koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 2001 s.d. 2010 yang dipublikasikan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Republik Indonesia dilamannya. Sebagai gambaran, jenis koperasi yang paling banyak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan data koperasi berkualitas tahun 2007 adalah koperasi simpan pinjam, disusul berturut-turut koperasi jasa, koperasi konsumen dan koperasi produsen.

Model Penelitian 
Untuk dapat menjawab tujuan yang telah disebutkan pada bagian terdahulu maka perlu dilakukan pengujian hipotesa dan penetapan model penelitian yang tepat. Model penelitian dimaksud dibuat dalam bentuk persamaan regresi berganda sebagai berikut:
            Y= a + b1x1+ b2x2 + b3x3…………..(1)
            Dimana:
            a   = Konstanta
            x1 = Modal Sendiri
            x2  = Modal Luar
            x3 = Volume Usaha
            Y = SHU Koperasi

Variabel Penelitian dan  Operasionalisasinya 
            Secara garis besar, variabel penelitian dan operasionalisasinya dijelaskan sebagai berikut :
a) Variabel bebas/Independen terdiri dari : 
     i. Modal Sendiri (X1) merupakan kumulatif dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana           cadangan, dan hibah.
    ii. Modal Luar (X2) merupakan modal yang  dipinjam koperasi yang berasal dari anggota,         koperasi lainnya, bank/lembaga keuangan, penerbitan obligasi/surat berharga, dan      sumber lainnya.
   iii. Volume Usaha (X3) adalah total nilai penjualan/pendapatan barang dan jasa pada tahun        buku yang bersangkutan.

b) Variabel Terikat/Dependen : 
     i. Sisa Hasil Usaha (Y) adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku        dikurangi  dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya, termasuk pajak dalam tahun       buku yang bersangkutan.

            Skala data yang digunakan untuk semua variabel di atas adalah skala rasio.

Teknis Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan dalam  penelitian ini meliputi 3 tahap, yaitu:
(a) analisis statistik deskriptif melalui tampilan grafis dan narasi untuk menggambarkan perkembangan  koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari aspek financial (modal sendiri, modal luar, volume usaha, dan SHU) periode 2001-2010.
(b) Uji asumsi klasik untuk regresi berganda
(c) Analisis regresi linier berganda untuk menentukan tingkat pengaruh modal sendiri, modal luar, dan volume usaha pada SHU serta uji signifikansi parameter individual (uji t) dan uji simultan (uji F) serta R2.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pertumbuhan Koperasi di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta
            Pada periode 2001 sampai 2010, koperasi di  Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta umumnya mengalami pertumbuhan tetapi dengan beberapa catatan. Berikut ini pertumbuhan koperasi di Daerah Istimewa Yogyakarta apabila ditinjau dari aspek finansial berikut di bawah ini:
a) Aspek Modal sendiri; mengalami pertumbuhan, tetapi terjadi kondisi yang  berfluktuasi pada rentang  waktu 2001 sampai 2005. Setelah itu mengalami peningkatan  sampai dengan tahun 2009. Sedangkan pada tahun 2010 kembali mengalami penurunan.
b) Ditinjau dari aspek modal luar, koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta  mengalami pertumbuhan, walaupun terjadi fluktuasi pada rentang waktu 2006 sampai  2010.
c) Volume usaha koperasi di Provinsi Daerah  Istimewa Yogyakarta mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dengan sedikit catatan, karena pada tahun 2003 sempat mengalami penurunan walaupun jumlahnya tidak cukup berarti.
d) SHU koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan selama tahun 2001 sampai 2010. Walaupun pada tahun 2004 dan 2007 sempat mengalami penurunan.

Pengaruh Modal Sendiri, Modal Luar, dan
Volume Usaha pada SHU
            Sebelum melakukan analisis regresi berganda, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik agar tercapai kondisi BLUE (Best Linier Unbias Estimator). Uji asumsi klasik yang dilakukan meliputi uji: normalitas, multikolinieritas, heterokedastisitas dan autokorelasi. Hasil uji asumsi klasik yang dilakukan mengindikasikan bahwa kondisi BLUE telah tercapai. Hasil uji asumsi klasik tersebut tidak disertakan dalam paper ini.  Langkah selanjutnya melakukan analisis regresi linier berganda, analisis ini digunakan
untuk menentukan pengaruh modal sendiri, modal luar, dan volume usaha pada SHU koperasi di  Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Uji statistic dilakukan pada descriptive statistic, uji F, R dan uji t.
            Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model  mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Kuncoro, 2001: 98). Berdasarkan nilai R , bisa disimpulkan bahwa  sumbangan pengaruh modal sendiri, modal  luar, dan volume usaha pada SHU koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah  sebesar 95,90%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh aspek lain yang tidak termasuk dalam model  penelitian.Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh secara individu (parsial) variabel  bebas dalam menjelaskan variabel terikat (Kuncoro, 2001: 97). Apabila nilai  P (kolom sig) lebih kecil dari a = 0,05, maka variabel bebas dengan nilai tersebut dikatakan memengaruhi variabel terikat. 

SIMPULAN

            Berdasarkan pengamatan, koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta apabila  ditinjau dari aspek finansial (modal sendiri, modal luar, volume usaha, dan SHU) mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Penelitian ini menemukan bahwa secara bersama-sama, modal sendiri, modal luar, dan volume usaha memengaruhi SHU koperasi, sedangkan secara parsial hanya volume usaha yang memengaruhi
SHU koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan koefisien determinasi (R2) disimpulkan bahwa sumbangan pengaruh modal sendiri, modal luar, dan volume usaha terhadap SHU koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tergolong sangat besar, yaitu sebesar 95,90%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh aspek lain yang tidak termasuk dalam model penelitian.

SARAN

             Implikasi dari hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa setiap unit koperasi  diharapkan untuk selalu meningkatkan volume usahanya agar terjadi peningkatan pada sisi SHU.  Peningkatan SHU koperasi pada gilirannya nanti akan dapat meningkatkan kemakmuran para anggotanya.   Berdasarkan keterbatasan penelitian yang sudah disebutkan, maka saran yang perlu dilakukan untuk penelitian sejenis dimasa yang akan datang adalah memasukkan faktor-faktor non finansial sebagai variabel yang memengaruhi SHU Koperasi. Selain itu dimungkinkan melakukan penelitian yang sejenis dengan mengambil obyek selain Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, atau lebih luas lagi yaitu berskala nasional.

DAFTAR PUSTAKA
                       . Undang Undang Republik Indonesia No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian

Atmadji, 2007. Faktor-Faktor Yang Menentukan Besarnya Sisa Hasil Usaha Koperasi Dari Aspek Keuangan Dan Non-keuangan di Indonesia. Jurnal Bisnis Dan Manajemen. Vol. 7 No. 2. 2007:217-232. 

Baswir, Revrisond, 2000. Koperasi Indonesia, Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta.

Kuncoro, M. 2001. Metode Kuantitatif, Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: YKPN.

Liana, 2009. Faktor-faktor yang mempengaruhi Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Waru Buana  Putra, Sidoarjo, Fakultas Ekonomi, UPN Jawa Timur

Narvanti, Puput dan Praningrum, 2008, Pengaruh Modal Usaha, Anggota, Volume Usaha pada  Koperasi Manunggal Karsa, Majalah ilmiah ekonomi dan pembangunan, Universitas Ratu  Samban. Fakultas Ekonomi, Arga Makmur, Vol. 1, No. 1, Hal: 1 - 10


Ngongo, Petrus Bulu, 2002. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Anggota Terhadap  Kinerja Koperasi. (Jurnal Elektonik) diakses pada tanggal 28 September 2010:  www.jurnalekonomi.com

Partomo S.T. dan Abdul Rahman S., 2020.  Ekonomi Skala Kecil/Menengah & Koperasi. Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta

Pedhazur, E. J. 1997. Multiple Regression inBehavioral Research (3rd ed.). Orlando, FLHarcourt Brace.

Septiasih, Retno (2009), Faktor-faktor yangMempengaruhi Sisa Hasil Usaha padaKoperasi  Pegawai Republik Indonesia dKabupaten Rembang, Skripsi, UniversitaNegeri Semarang.

Sitio, Arifin dan Halomoan Tamba, 2001Koperasi : Teori dan Praktek, Penerbit Erlangga, Jakarta. 

Sukmalega, Dian (2010), Pengaruh Permodalandan Volume Usaha terhadap Sisa HasiUsaha Koperasi Pegawai Negeri dKabupaten Solok Sumatera Barat, Skripsi,Universitas Sumatera Utara.

http://depkop.go.id






NAMA                        : DELLA IRFIANIS
NPM / KELAS           : 21211825 / 2EB10
TAHUN                      : 2012
SUMBER                   : http://eprints.unisbank.ac.id/169/1/artikel-9.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar