REVIEW
PENGARUH MODAL SENDIRI, MODAL LUAR, DAN
VOLUME USAHA PADA SISA
HASIL USAHA KOPERASI DI PROVINSI DAERAH
ISTIMEWA YOGYAKARTA
The Influence of Own Capital, Loan
Capital and Business Volume on Added Value of
Cooperatives in Yogyakarta Special Province
OLEH
Agustin Rusiana Sari
(agustin@staff.gunadarma.ac.id)
Beny Susanti
(bsanti@staff.gunadarma.ac.id)
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma
METODE PENELITIAN
Data
dan Sumber Data
Data penelitian yang digunakan
adalah data jumlah modal sendiri, modal luar, volume usaha dan SHU koperasi di
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 2001 s.d. 2010 yang
dipublikasikan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Republik
Indonesia dilamannya. Sebagai gambaran, jenis koperasi yang paling banyak di
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan data koperasi berkualitas tahun
2007 adalah koperasi simpan pinjam, disusul berturut-turut koperasi jasa,
koperasi konsumen dan koperasi produsen.
Model
Penelitian
Untuk dapat menjawab
tujuan yang telah disebutkan pada bagian terdahulu maka perlu dilakukan
pengujian hipotesa dan penetapan model penelitian yang tepat. Model penelitian
dimaksud dibuat dalam bentuk persamaan regresi berganda sebagai berikut:
Y= a + b1x1+ b2x2 + b3x3…………..(1)
Dimana:
a
= Konstanta
x1 = Modal Sendiri
x2 = Modal Luar
x3 =
Volume Usaha
Y = SHU Koperasi
Variabel
Penelitian dan Operasionalisasinya
Secara garis besar, variabel
penelitian dan operasionalisasinya dijelaskan sebagai berikut :
a) Variabel
bebas/Independen terdiri dari :
i. Modal Sendiri (X1) merupakan kumulatif dari
simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan,
dan hibah.
ii. Modal Luar (X2) merupakan modal yang dipinjam koperasi
yang berasal dari anggota, koperasi lainnya, bank/lembaga keuangan, penerbitan obligasi/surat berharga, dan sumber lainnya.
iii. Volume Usaha (X3) adalah total nilai penjualan/pendapatan
barang dan jasa pada tahun buku
yang bersangkutan.
b) Variabel
Terikat/Dependen :
i. Sisa Hasil Usaha (Y) adalah pendapatan
koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi
dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban
lainnya, termasuk pajak dalam tahun buku
yang bersangkutan.
Skala data yang digunakan untuk
semua variabel di atas adalah skala rasio.
Teknis
Analisis Data
Teknik analisis yang
digunakan dalam penelitian ini
meliputi 3 tahap, yaitu:
(a) analisis
statistik deskriptif melalui tampilan grafis dan narasi untuk menggambarkan perkembangan
koperasi di Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta dari aspek financial (modal
sendiri, modal luar, volume usaha, dan SHU)
periode 2001-2010.
(b) Uji asumsi klasik
untuk regresi berganda
(c) Analisis regresi
linier berganda untuk menentukan tingkat pengaruh modal sendiri, modal luar,
dan volume usaha pada SHU serta uji signifikansi parameter individual (uji t)
dan uji simultan (uji F) serta R2.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pertumbuhan Koperasi
di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta
Pada
periode 2001 sampai 2010, koperasi di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta umumnya mengalami pertumbuhan tetapi dengan beberapa catatan. Berikut ini
pertumbuhan koperasi di
Daerah
Istimewa Yogyakarta apabila ditinjau dari aspek finansial berikut di bawah ini:
a) Aspek Modal sendiri; mengalami
pertumbuhan, tetapi terjadi kondisi yang
berfluktuasi pada rentang waktu
2001 sampai 2005. Setelah itu mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2009. Sedangkan pada
tahun 2010 kembali mengalami penurunan.
b) Ditinjau dari aspek modal luar,
koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
mengalami pertumbuhan, walaupun terjadi fluktuasi pada rentang waktu
2006 sampai 2010.
c) Volume usaha koperasi di Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dengan sedikit catatan,
karena pada tahun 2003
sempat
mengalami penurunan walaupun jumlahnya tidak cukup berarti.
d) SHU koperasi di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan selama tahun
2001 sampai 2010. Walaupun pada tahun 2004 dan 2007 sempat mengalami penurunan.
Pengaruh Modal
Sendiri, Modal Luar, dan
Volume Usaha pada SHU
Sebelum
melakukan analisis regresi berganda, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi
klasik agar tercapai kondisi BLUE (Best Linier Unbias Estimator).
Uji asumsi klasik yang dilakukan meliputi uji: normalitas, multikolinieritas,
heterokedastisitas dan autokorelasi. Hasil uji asumsi klasik yang dilakukan
mengindikasikan bahwa kondisi BLUE telah tercapai. Hasil uji asumsi klasik
tersebut tidak disertakan dalam paper ini.
Langkah selanjutnya melakukan analisis regresi linier berganda, analisis
ini digunakan
untuk menentukan pengaruh modal sendiri,
modal luar, dan volume usaha pada SHU koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Uji
statistic dilakukan pada descriptive statistic, uji F, R dan uji t.
Uji
statistik F menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam
model mempunyai pengaruh secara
bersama-sama terhadap variabel terikat (Kuncoro, 2001: 98). Berdasarkan nilai R , bisa disimpulkan bahwa sumbangan pengaruh modal sendiri, modal luar, dan volume usaha pada SHU koperasi di Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta adalah sebesar 95,90%,
sedangkan sisanya dipengaruhi oleh aspek lain yang tidak termasuk dalam model penelitian.Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh secara
individu (parsial) variabel bebas dalam
menjelaskan variabel terikat (Kuncoro, 2001: 97). Apabila nilai
P
(kolom sig) lebih kecil dari
a = 0,05, maka variabel bebas dengan nilai tersebut dikatakan memengaruhi variabel
terikat.
SIMPULAN
Berdasarkan
pengamatan, koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta apabila ditinjau dari aspek finansial (modal sendiri,
modal luar, volume usaha, dan SHU) mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
Penelitian ini menemukan bahwa secara bersama-sama, modal sendiri, modal luar,
dan volume usaha memengaruhi SHU koperasi, sedangkan secara parsial hanya
volume usaha yang memengaruhi
SHU koperasi di Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta. Berdasarkan koefisien determinasi (R2) disimpulkan bahwa
sumbangan pengaruh modal sendiri, modal luar, dan volume usaha terhadap SHU
koperasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tergolong sangat besar, yaitu
sebesar 95,90%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh aspek lain yang tidak
termasuk dalam model penelitian.
SARAN
Implikasi dari hasil penelitian ini
mengindikasikan bahwa setiap unit koperasi
diharapkan untuk selalu meningkatkan volume usahanya agar terjadi
peningkatan pada sisi SHU. Peningkatan
SHU koperasi pada gilirannya nanti akan dapat meningkatkan kemakmuran para
anggotanya. Berdasarkan keterbatasan
penelitian yang sudah disebutkan, maka saran yang perlu dilakukan untuk
penelitian sejenis dimasa yang akan datang adalah memasukkan faktor-faktor non
finansial sebagai variabel yang memengaruhi SHU Koperasi. Selain itu
dimungkinkan melakukan penelitian yang sejenis dengan mengambil obyek selain
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, atau lebih luas lagi yaitu berskala
nasional.
DAFTAR PUSTAKA
. Undang Undang Republik Indonesia No. 25
tahun 1992 tentang Perkoperasian
Atmadji, 2007. Faktor-Faktor Yang
Menentukan Besarnya Sisa Hasil Usaha Koperasi Dari Aspek Keuangan Dan
Non-keuangan di Indonesia. Jurnal Bisnis Dan Manajemen. Vol. 7 No.
2. 2007:217-232.
Baswir, Revrisond, 2000. Koperasi
Indonesia, Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta.
Kuncoro, M. 2001. Metode Kuantitatif,
Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: YKPN.
Liana, 2009. Faktor-faktor yang
mempengaruhi Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Waru Buana Putra, Sidoarjo, Fakultas Ekonomi, UPN
Jawa Timur
Narvanti, Puput dan Praningrum, 2008, Pengaruh
Modal Usaha, Anggota, Volume Usaha pada
Koperasi Manunggal Karsa, Majalah ilmiah ekonomi dan pembangunan,
Universitas Ratu Samban. Fakultas
Ekonomi, Arga Makmur, Vol. 1, No. 1, Hal: 1 - 10
Ngongo, Petrus Bulu, 2002. Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Partisipasi Anggota Terhadap
Kinerja Koperasi. (Jurnal Elektonik) diakses pada tanggal 28
September 2010: www.jurnalekonomi.com
Partomo S.T. dan Abdul Rahman S., 2020. Ekonomi Skala Kecil/Menengah & Koperasi. Penerbit Ghalia
Indonesia, Jakarta
Pedhazur, E. J. 1997. Multiple
Regression inBehavioral Research (3rd ed.). Orlando, FLHarcourt Brace.
Septiasih, Retno (2009), Faktor-faktor
yangMempengaruhi Sisa Hasil Usaha padaKoperasi
Pegawai Republik Indonesia dKabupaten Rembang, Skripsi,
UniversitaNegeri Semarang.
Sitio, Arifin dan Halomoan Tamba, 2001Koperasi
: Teori dan Praktek, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Sukmalega, Dian (2010), Pengaruh
Permodalandan Volume Usaha terhadap Sisa HasiUsaha Koperasi Pegawai Negeri
dKabupaten Solok Sumatera Barat, Skripsi,Universitas Sumatera Utara.
http://depkop.go.id
NAMA : DELLA IRFIANIS
NPM / KELAS : 21211825 / 2EB10
TAHUN : 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar