NAMA :
DELLA IRFIANIS
NPM :
21211825
KELAS :
4EB10
Pengertian
Audit Sistem Informasi
Audit Sistem Informasi merupakan proses pengumpulan
dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan
telah dapat melindungi aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data,
dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan
sumber daya yang dimiliki secara efisien. Pengertian ini selaras dengan tujuan
audit mutu internal dalam ISO 9001:2000. Audit Sistem Informasi sendiri
merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu antara lain, Traditional Audit,
Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan
Behavioral Science.
Pengertian Audit Sistem
Informasi menurut beberapa ahli:
Menurut
Weber (1999, p.10) “Information systems auditing is the process of collecting
and evaluating evidence to determine whether a computer system safeguards
assets,maintains data integrity, allows organizational goals to be
achieved effectively, and uses resources efficiently”. Audit sistem
informasi adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti untuk menentukan
apakah sistem komputer dapat melindungi aset, memelihara integritas data,
memungkinkan tujuan organisasi untuk dicapai secara efektif dan menggunakan
sumber daya secara efisien.
Menurut
Gondodiyoto (2003, p.151), audit sistem informasi merupakan suatu
pengevaluasian untuk mengetahui bagaimana tingkat kesesuaian antara
aplikasi sistem informasi dengan prosedur yang telah ditetapkan dan
mengetahui apakah suatu sistem informasi telah didesain dan diimplementasikan
secara efektif, efisien, dan ekonomis, memiliki mekanisme pengamanan aset yang
memadai, serta menjamin integritas data yang memadai.
Jenis-jenis Audit Sistem Informasi
Audit
sistem informasi dapat digolongkan sebagai berikut:
a. Audit Laporan Keuangan (Financial
Statement Audit)
Adalah audit yang dilakukan untuk
mengetahui tingkat kewajaran laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan
(apakah sesuai dengan standar akuntansi keuangan serta tidak menyalahi uji
materialitas). Apabila sistem akuntansi organisasi yang diaudit merupakan
sistem akuntansi berbasis komputer, maka dilakukan audit terhadap sistem
informasi akuntansi apakah proses/mekanisme sistem dan program komputer telah
sesuai, pengendalian umum sistem memadai dan data telah substantif.
b. Audit Operasional (Operational
Audit)
Audit terhadap aplikasi komputer
terbagi menjadi tiga jenis, antara lain:
1. Post Implementation
Audit (Audit
setelah implementasi)
Auditor
memeriksa apakah sistem-sistem aplikasi komputer yang telah diimplementasikan
pada suatu organisasi/perusahaan telah sesuai dengan kebutuhan penggunanya
(efektif) dan telah dijalankan dengan sumber daya optimal (efisien). Auditor
mengevaluasi apakah sistem aplikasi tertentu dapat terus dilanjutkan karena
sudah berjalan baik dan sesuai dengan kebutuhan usernya atau perlu dimodifikasi
dan bahkan perlu dihentikan.
Pelaksanaan
audit ini dilakukan oleh auditor dengan menerapkan pengalamannya dalam
pengembangan sistem aplikasi, sehingga auditor dapat mengevaluasi apakah sistem
yang sudah diimplementasikan perlu dimutakhirkan atau diperbaiki atau bahkan
dihentikan apabila sudah tidak sesuai kebutuhan atau mengandung kesalahan.
2. Concurrent
audit (audit
secara bersama)
Auditor
menjadi anggota dalam tim pengembangan sistem (system development team). Mereka
membantu tim untuk meningkatkan kualitas pengembangan sistem yang dibangun oleh
para sistem analis, designer dan programmer dan akan diimplementasikan. Dalam
hal ini auditor mewakili pimpinan proyek dan manajemen sebagai quality
assurance.
3. Concurrent
Audits (audit
secara bersama-sama)
Auditor
mengevaluasi kinerja unit fungsional atau fungsi sistem informasi
(pusat/instalasi komputer) apakah telah dikelola dengan baik, apakah kontrol
dalam pengembangan sistem secara keseluruhan sudah dilakukan dengan baik,
apakah sistem komputer telah dikelola dan dioperasikan dengan baik.
Dalam
mengaudit sistem komputerisasi yang ada, audit ini dilakukan dengan
mengevaluasi pengendalian umum dari sistem-sistem komputerisasi yang sudah
diimplementasikan pada perusahaan tersebut secara keseluruhan. Saat melakuan
pengujian-pengujian digunakan bukti untuk menarik kesimpulan dan memberikan
rekomendasi kepada manajemen tentang hal-hal yang berhubungan dengan
efektifitas, efisiensi, dan ekonomisnya sistem.
Tujuan Audit Sistem Informasi
Tujuan Audit Sistem Informasi dapat dikelompokkan ke dalam
dua aspek utama dari ketatakelolaan IT, yaitu:
a. Conformance (Kesesuaian)
Pada kelompok tujuan ini audit
sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian,
yaitu : Confidentiality (Kerahasiaan), Integrity (Integritas), Availability
(Ketersediaan) dan Compliance (Kepatuhan).
b.
Performance (Kinerja)
Pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan
untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : Effectiveness
(Efektifitas), Efficiency (Efisiensi), Reliability (Kehandalan).
Tujuan
Audit Sistem Informasi menurut Ron Weber (1999:11-13) secara garis besar
terbagi menjadi lima tahap, yaitu:
1. Pengamanan Aset
Aset informasi suatu perusahaan
seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software),
sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian
intern yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan. Dengan
demikian sistem pengamanan aset merupakan suatu hal yang sangat penting yang
harus dipenuhi oleh perusahaan.
2. Menjaga integritas data
Integritas data (data integrity)
adalah salah satu konsep dasar sistem inforamasi. Data memeiliki
atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, keberanaran, dan keakuratan.
Jika integritas data tidak terpalihara, maka suatu perusahaan tidak akan lagi
memilki hasil atau laporan yang beanr bahkan perusahaan dapat menderita
kerugian.
3. Efektifitas Sistem
Efektifitas sistem informasi
perusahaan melikiki peranan pentigndalam proses pemgambilan keputusan. Suatu
sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah
sesuai dengan kebutuhan user.
4. Efisiensi Sistem
Efisiensi menjadi hal yang sangat
penting ketika suatu komputer tidak lagi memilki kapasitas yang memadai atau
harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah
sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi
dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal.
5. Ekonomis
Ekonomis
mencerminkan kalkulasi untuk rugi ekonomi (cost/benefit) yang lebih
bersifat kuantifikasi nilai moneter (uang). Efisiensi berarti sumber daya
minimum untuk mencapai hasil maksimal. Sedangkan ekonomis lebih bersifat
pertimbangan ekonomi.
Adapun
tujuan yang lain adalah :
·
Untuk
memeriksa kecukupan dari pengendalian lingkungan, keamanan fisik, keamanan
logikal serta keamanan operasi sistem informasi yang dirancang untuk melindungi
piranti keras, piranti lunak dan data terhadap akses yang tidak sah,
kecelakaan, perubahan yang tidak dikehendaki.
·
Untuk
memastikan bahwa sistem informasi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan
sehingga bisa membantu organisasi untuk mencapai tujuan strategis.
Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian
internal yang melindungi sistem tersebut.
1. Perlengkapan keamanan melindungi
perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses
yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.
2. Pengembangan dan perolehan program
dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.
3. Modifikasi program dilaksanakan
dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.
4. Pemrosesan transaksi, file, laporan,
dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
5. Data sumber yang tidak akurat atau
yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai
dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
6. File data komputer telah akurat,
lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.
Alasan
Dilakukannya Audit IT
Ron
Webber, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, monash University, dalam salah satu
bukunya Information System Controls and Audit (Prentice-Hall, 2000) menyatakan
beberapa alasan penting mengapa Audit IT perlu dilakukan, antara lain:
1. Kerugian
akibat kehilangan data
2. Kesalahan
dalam pengambilan keputusan
3. Resiko
kebocoran data
4. Penyalahgunaan
komputer
5. Kerugian
akibat kesalahan proses perhitungan
6. Tingginya
nilai investasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer
Manfaat
Audit IT
a. Manfaat
pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)
1. Institusi
dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan
ataupun memenuhi acceptance criteria.
2. Mengetahui
apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
3. Mengetahui
apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.
b. Manfaat
setelah sistem live (Post-Implementation Review)
1. Institusi
mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk
penanganannya.
2. Masukan-masukan
tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis,
dan anggaran pada periode berikutnya.
3. Bahan
untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
4. Memberikan
reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau
prosedur yang telah ditetapkan.
5. Membantu
memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat
digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan
pemeriksaan.
6. Membantu
dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran
tindak lanjutnya.
Dampak
Fungsi Audit Sistem Informasi
Berikut
ini dampak dari adanya Audit Sistem Informasi:
- Obyek Perlindungan Aset
- Obyek Integritas Data
- Obyek Efektivitas Sistem
- Obyek Efisiensi Sistem
Sumber: