Jumat, 04 Januari 2013

REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI 3 BAG. 2



REVIEW
UJI KERAGAMAN KOPERASI BERPRESTASI BERDASARKAN SKALA USAHA TAHUN 2009*

OLEH
Johnny W. Situmorang**


II. TINJAUAN TEORITIS
           
            UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian secara tegas  menyatakan bahwa koperasi   adalah badan usaha. Perbedaaan dasar antara koperasi dan non-koperasi adalah pada watak sosialnya, yang terlihat dari prinsip dan tujuannya. Tujuan utama koperasi adalah untuk menyejahterakan anggota dan masyarakat, serta mewujudkan tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur . Watak social koperasi Indonesia sebenarnya sejalan dengan koperasi di dunia karena prinsip dan tujuan koperasi mengacu pada prinsip koperasi dunia (Anonim, 1984; Watkins, 1986). Meskipun berwatak sosial, koperasi masih relevan dengan perubahan tatanan dunia dan globalisasi (Book, 1994; Baswir, 2010). Dengan inspirasi terbentuknya koperasi dari konsumen dan produsen, Rochdale di Inggris dan Raifaissen di Jerman, pengelompokan koperasi cenderung mengikuti pola tersebut.
            Majalah INFOKOP nomor 11 tahun 1992 telah memaparkan nilai dan prinsip dasar koperasi yang tidak bertentangan dengan globalisasi . Lars Marcus (1992), Presiden ICA waktu itu, memaparkan dalam INFOKOP tersebut, nilai dasar koperasi, perumusan nilai dasar pada koperasi konsumen Jepang, dan kecenderungan koperasi secara global. Ukuran output performa koperasi, sebagai lembaga ekonomi rakyat, adalah penjualan atau volume usaha.  Itu sebabnya,
 ICA memaparkan koperasi raksasa dunia dalam realitas global dewasa ini dilihat dari volume usaha. Misalnya, koperasi terbesar dunia adalah koperasi pertanian Zeh Noh di Jepang yang volume usahanya mencapai Rp.634 triliun, koperasi Mondragon di Spanyol pada peringkat 10 yang berbentuk korporasi koperasi yang multinasional.  Di Indonesia, Kospin Jasa di Pekalongan dengan volume usaha Rp.1.5 triliun (Rahardjo, 2010), dan Kopdit Sanggau di Kalimantan Barat, dengan volume usaha Rp.687.48 miliar pada tahun 2009.  


III. METODE
       3.1 Ruang Lingkup
           
            Analisis ini merupakan suatu bentuk “desk research” dalam lingkup ilmu ekonomi, sosial, dan ilmu-ilmu koperasi. Pendekatan analisis adalah statistika parametrika, khususnya “statistics      for decision making”. Sumber data adalah sekunder, yakni koperasi yang telah memperoleh status berkualitas oleh Kementerian KUKM tahun 2009.  Data tersebut dipublikasikan oleh Kementerian KUKM tahun 2010 dimana sebanyak 75 koperasi status berkualitas pada tahun 2009. Variabel respon yang diuji adalah nilai volume usaha masing-masing koperasi berprestasi.

       3.2 Model Analisis
           
             Metode analisis untuk mengambil keputusan ini adalah Analysis       Of Variance (ANOVA). ANOVA adalah suatu uji hipotesis untuk mengetahui apakah ada keragaman antar populasi. Terdapat tiga asumsi yang mendasari model ANOVA. Pertama, untuk setiap populasi, variable responnya adalah terdistribusi normal.  Kedua, keragaman dari variabel respon,dicatat sebagai 2 adalah sama untuk semua populasi.Ketiga,semua observasi harus independen. Bila rata-rata populasi adalah sama maka rata-rata sampel sangat dekat satu.
       
         3.3 Uji Hipotesis
           
            Berdasarkan hasil penilaian kualitas 75 koperasi terdapat 5 (lima)  klaster (k populasi) atau jenis koperasi, yakni KSP, KK, KP, KM, dan KJ.Oleh karena itu uji kesamaan dari rata-rata (µk) k populasi adalah:


Ho: µksp = µkk  = µkp            = µkm = µkj              


Ha:  Rata-rata semua koperasi adalah tak sama


Model analisis ini sangat sering digunakan oleh kalangan pebisnis dan juga pengambil keputusan.  Beberapa kasus yang dapat ditunjukkan adalah mengukur sejauhmana pekerja perusahaan tahu tentang “total quality management”, waktu kerja mesin produksi dari berbagai pabrik, efek diseminasi informasi untuk manajer, dan investigasi persepsi nilai etik korporasi antar spesialis.  Juga analisis keragaman atas price earning ratio (PER) dari 1000 perusahaan yang diperingkat (ranking) oleh “the Business Week Global”. Salah satu yang menarik adalah suatu studi yang telah dimuat di Journal of Small Business        Management tentang job stress (Anderson et al, 2004). Demikian juga menguji perbedaan penjualan pada pemasaran yang berbeda, menguji apakah perbedaaan gelar pendidikan juga menunjukkan perbedaan gaji, dan menguji perbedaan merek dagang (Keller, 2005)



NAMA             : DELLA IRFIANIS
NPM / KELAS : 21211825 / 2EB1O
TAHUN           : 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar