NAMA : DELLA IRFIANIS
NPM : 21211825
KELAS :
3EB10
Mengawali 2014, para agen tunggal pemegang merek
(ATPM) mobil dipastikan segera menaikkan harga jual kendaraan. Siklus tahunan
ini memang selalu terjadi di awal tahun, seiring masing-masing pemerintah
daerah menetapkan Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PBBNKB). Tapi,
kenaikan tahun depan agak berbeda karena dipastikan ada tambahan penyesuaian
ongkos produksi yang semakin tinggi.
"Yang jelas, akan ada kenaikkan harga. Sampai tutup tahun (2013) masih ada diskon bagi masing-masing merek untuk mencapai target penjualan," jelas Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kepada KompasOtomotif, pekan lalu.
Faktor utama penyebab kenaikkan harga selain PBBNKB juga akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang masih bercokol di atas Rp 12.000. Meski sebagaian besar mobil yang dipasarkan sudah rakitan lokal (CKD) dan menggunakan komponen dari dalam negeri, tetap saja bahan baku komponen itu dari impor dan dibeli menggunakan kurs dollar AS.
Bertahap
"Kenaikkan harga akan dilakukan bertahap, tidak sekaligus. Untuk tahap awal biasnaya 1,5-2 persen, dalam dua bulan kemudian dihitung lagi lihat seberapa jauh penerimaan pasar," beber Sudirman yang juga Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Sementara itu, Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian memprediksi total penjualan mobil tahun depan akan naik sekitar 5 persen menjadi 1,3 juta unit dari tahun ini sekitar 1,2 jutaan unit. Meski banyak faktor yang mempengaruhi pasar, antara lain suku bunga tinggi, nilai tukar rupiah, dan inflasti. Kendati demikian kebutuhan akan mobil masih besar di Indonesia.
"Tahun ini, target pemerintah lebih besar dari asosiasi. Biasanya, sebaliknya," celoteh Budi.
Di lain pihak Sudirman menambahkan, tahun depan Gaikindo memprediksi total pasar akan flat alias sama dengan tahun ini sekitar 1,2 juta unit lebih sedikit.
"Yang jelas, akan ada kenaikkan harga. Sampai tutup tahun (2013) masih ada diskon bagi masing-masing merek untuk mencapai target penjualan," jelas Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kepada KompasOtomotif, pekan lalu.
Faktor utama penyebab kenaikkan harga selain PBBNKB juga akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang masih bercokol di atas Rp 12.000. Meski sebagaian besar mobil yang dipasarkan sudah rakitan lokal (CKD) dan menggunakan komponen dari dalam negeri, tetap saja bahan baku komponen itu dari impor dan dibeli menggunakan kurs dollar AS.
Bertahap
"Kenaikkan harga akan dilakukan bertahap, tidak sekaligus. Untuk tahap awal biasnaya 1,5-2 persen, dalam dua bulan kemudian dihitung lagi lihat seberapa jauh penerimaan pasar," beber Sudirman yang juga Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Sementara itu, Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian memprediksi total penjualan mobil tahun depan akan naik sekitar 5 persen menjadi 1,3 juta unit dari tahun ini sekitar 1,2 jutaan unit. Meski banyak faktor yang mempengaruhi pasar, antara lain suku bunga tinggi, nilai tukar rupiah, dan inflasti. Kendati demikian kebutuhan akan mobil masih besar di Indonesia.
"Tahun ini, target pemerintah lebih besar dari asosiasi. Biasanya, sebaliknya," celoteh Budi.
Di lain pihak Sudirman menambahkan, tahun depan Gaikindo memprediksi total pasar akan flat alias sama dengan tahun ini sekitar 1,2 juta unit lebih sedikit.
Sumber : www.kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar