Minggu, 29 Desember 2013

BADAI DI FILIPINA



NAMA            : DELLA IRFIANIS
NPM               : 21211825
KELAS           : 3EB10


Badai terbesar di dunia tahun ini, Topan Haiyan, mendarat di kawasan tengah Filipina Jumat (08/11/2013) pagi waktu setempat. Sekitar 10 juta orang diperkirakan berada di jalur badai, dan 500 ribu di antaranya telah dievakuasi. Badai topan Haiyan dikenal juga dengan sebutan Yolanda. Sebelumnya, telah dikeluarkan perintah evakuasi massal di daerah tersebut.

Layanan Astronomi, Geofisika dan Atmosfer Filipina (PAGASA) menyatakan bahwa badai tersebut membawa angin dengan kekuatan 235 kilometer per jam di dekat pusatnya, dan hembusan hingga 275 kilometer per jam.

Menurut pihak berwenang, badai topan ini bisa mengakibatkan kerusakan besar di kawasan tengah dan selatan Filipina. "Ini adalah badai topan yang amat berbahaya," jelas peramal cuaca Glaiza Escullar, "Tidak terlalu banyak gunung di jalur badai ini yang bisa mengalihkan kekuatan atau dampaknya."
Di Propinsi Bohol, sebanyak 5.000 orang yang tadinya tinggal dalam tenda, karena mereka kehilangan rumah mereka akibat gempa berkekuatan 7,2 skala Ritcher tahun lalu, telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara.

Sementara itu, sekitar 1.000 orang di sebuah pulau di dekat propinsi Masbate terkucil akibat cuaca badai dan tinggi ombak yang terkadang mencapai tujuh meter. Di Manila, sekolah-sekolah ditutup dan perkuliahan dibatalkan.

Filipina dihantam rata-rata 20 badai topan per tahun. 'Badai topan super' adalah topan yang kecepatan anginnya dua kali lebih cepat dibanding kecepatan minimum topan. Bopha, badai terkuat tahun lalu, menghancurkan tiga kota pantai di pulau selatan Mindanao dan menewaskan 1.000 orang. Sedikitnya 10 ribu orang diperkirakan tewas di Provinsi Leyte, Filipina setelah diterjang Topan Haiyan. Hal itu disampaikan seorang pejabat polisi senior Elmer Soria, Ahad.

Topan yang menerjang menyebabkan tanah longsor dan menelan desa yang berada di pinggir pantai. Sekitar 70-80 persen bangunan di area yang dilaluinya di Leyte hancur. "Semalam kami rapat bersama gubernur dan pejabat lain. Gubernur mengatakan mereka memperkirakan jumlah korban tewas 10 ribu orang," katanya, seperti dilansir The Guardian, Ahad.

Di Tacloban, Leyte Palang Merah mengatakan jenazah bertumpuk di jalanan dan gereja. Sekitar 300 hingga 400 jenazah sudah dievakuasi.

Topan super dahsyat itu mengakibatkan longsor di Pulau Samar dan Leyte sekitar pukul 04.40 waktu setempat, Jumat. Kecepatan angin yang mencapai 315 kilometer perjam itu menerbangkan atap-atap rumah dan menjadikan jalanan penuh puing-puing. Aliran listrik juga terputus.

Dengan banyaknya provinsi yang aliran listrik dan telekomunikasi terputus, para ahli mengatakan sulit mengetahui seberapa parah kerusakannya atau mengantarkan bantuan ke sana. Apalagi bandara juga terkena dampak yang parah.

Pemerintah mengatakan empat juta orang terkena dampak langsung badai yang juga dikenal dengan badai Yolanda itu. Program Pangan Dunia menggelontorkan bantuan sebesar dua juta dolar AS dan 40 ton biskuit bagi para korban untuk beberapa hari ke depan.


Sumber : http://www.republika.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar