NAMA :
DELLA IRFIANIS
NPM :
21211825
KELAS :
3EB10
Bertanggungjawab
terhadap berbagai hal mulai dari hal-hal yang sederhana memang selayaknya
ditanamkan pada anak-anak sejak usia dini agar kelak mampu mandiri. Ya, kurikulum
berbasis entrepreuner yang
memberikan nilai tambah bagi kurikulum yang telah ada itulah yang diterapkan di
My School, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) atau Sekolah Nasional
Plus berbasis entrepreuner
pertama di Palembang. Menurut Johannes Agus Taruna, Owner dan Founder My
School, “Sekolah ini merupakan satu-satunya lembaga pendidikan yang menerapkan
kurikulum entrepreuner untuk mendidik siswa menjadi lebih mandiri dan kreatif.
Sehingga anak didik mampu mengembangkan minat dan bakatnya di berbagai bidang.
” Kehadiran My School juga semakin melengkapi keragaman dunia pendidikan di
kota Pempek ini.
Menurut alumnus Fakultas MIPA Jurusan
Matematika, Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang, keseriusannya terjun ke
dunia pendidikan berawal dari keinginannya mewujudkan cita-cita almarhum
ayahnya yang hanya tamat SD. Ketika lulus kuliah di tahun 1997, Johannes
diterima bekerja di salah satu bank swasta nasional sebagai petugas kliring.
Karena merasa berbakat menjadi pengajar, Johannes pun tak menyia-nyiakan
talentanya itu dengan membuka les privat di luar jam kerja kantornya. Namun
pada tahun 1999, ia memutuskan untuk keluar dan membuka Bimbingan Belajar
(Bimbel) yang diberi nama Super Bimbel Gamaliel Science Center (GSC) bermodal
tabungan sebesar Rp 10 juta untuk menyewa ruko sebagai tempat kursus.
Ketekunannya mengelola kursus ini membuat Super Bimbel GSC terus berkembang.
Hingga kini GSC sudah memiliki 20 Cabang di berbagai kota termasuk 8 cabang di
Palembang, yaitu Sekayu, Baturaja, Pekanbaru, Pangkalpinang, Padang hingga
Banda Aceh. Bahkan mulai merambah pulau Jawa dengan membuka cabang di Depok.
Pada tahun 2006, Super Bimbel GSC yang meliputi program bimbingan belajar untuk
kelas 1 SD hingga kelas 12 SMA ini juga membuka franchise. Pada tahun 2009, Johannes membuka TK My School yang berlokasi di Jl. MP Mangkunegara Komplek Prabu Indah Blok III-V Simpang Patal, Kenten, Palembang. Ternyata kurikulum yang berbeda dari sekolah konvensional ini mendapatkan respon positif dari para orang tua murid, sehingga pada tahun 2012 My School membuka SD dan SMP.
Berbagai aspek yang menunjang sebagai RSBI diterapkan di My School diantaranya berbagai fasilitas yang memadai, sistem pengajaran menggunakan bahasa asing, kurikulum dan lainnya. Sarana dan prasarana pun dilengkapi seperti ruangan ber-AC dan koneksi Wi-Fi, laboratorium komputer, multimedia, robotic, science dan musik, perpustakaan, laboratorium bahasa, sport hall serta playground untuk Kelompok Bermain dan TK.
Johannes tak pernah setengah-setengah dalam mewujudkan mimpinya mencetak generasi entrepreuner yang mampu menciptakan lapangan kerja atau menjadi job creator, bukan sekedar job seeker. Pihaknya pun menggandeng Founder Finger Print Analysis Bandung dalam menganalisa kecerdasan dan bakat para siswa melalui analisa sidik jari, Universitas Ciputra EntrepreunerSchool- Surabaya untuk memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar My School. Bahkan untuk mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional, My School menggandeng University of Cambridge sehingga semua program pengajaran yang ada di University of Cambridge juga diterapkan di My School Palembang. “Kedepannya hal ini akan berpengaruh pada kemajuan lulusan dari Indonesia agar mampu bersaing dalam kancah global. Kalau biasanya lulusan luar negeri dengan gampangnya mendapatkan pekerjaan di Indonesia, saya yakin lulusan dari Indonesia pun akan mampu berkompetisi di luar negeri,” ujar Johannes.
Founder sekolah yang bermotto “Students Today Leaders Tomorrow,” ini juga menggarisbawahi bahwa sekolahnya bukan hanya ingin mendidik anak menjadi pribadi yang mampu mengembangkan kreatifitasnya di bawah kontrol para pendidik, namun juga mengajarkan etika dan budaya agar siswa yang mampu berprestasi di tingkat internasional tersebut tidak melupakan akar budaya bangsanya sendiri.
Sarana dan prasarana modern di lembaga pendidikan yang diciptakan untuk menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi tiap siswanya itu juga didukung oleh sarana perbankan seperti penyediaan EDC (Electronic Data Capture) untuk kemudahan bertransaksi secara debit maupun kredit. EDC BCA tersedia di My School maupun seluruh outlet Super Bimbel GSC. Bahkan kemudahan pembayaran biaya masuk My School dan biaya pendaftaran Super Bimbel GSC menggunakan Kartu Kredit BCA melalui Cicilan BCA 0% juga tersedia. Sebagai nasabah BCA sejak tahun 1997, Johannes memanfaatkan berbagai solusi dari BCA untuk mengembangkan usahanya, diantaranya melalui Kredit Modal Kerja, KKB serta KPR BCA. Bahkan, ayah dua putra ini menggunakan Payroll BCA untuk gaji sekitar 500 karyawannya serta tengah menjajaki penggunaan fasilitas Virtual Account BCA untuk mempermudah para siswanya membayar biaya bulanan sekolah atau yang biasa disebut SPP.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar