Sabtu, 19 Oktober 2013

DAMPAK EKONOMI PENYELENGGARAAN MISS WORLD



NAMA            : DELLA IRFIANIS
NPM               : 21211825
KELAS           : 3EB10

http://media4.onsugar.com/files/2013/09/28/986/n/1922398/8d7ddc3ae6b8a0d4_182110330_10.preview/i/Miss-World-2013-Pageant-Pictures.jpg

Miss World adalah kontes kecantikan internasional yang diprakarsai oleh Eric Morley pada tahun 1951 dan pertama kali diadakan di Inggris. Setelah kematiannya pada tahun 2000, Istri Morley, Julia Morley, menggantikannya sebagai ketua silahkan baca-baca di google atau wikipedia untuk lebih jelasnya.

Ajang kecantikan seperti Miss World adalah salah satu ruang bagi perempuan untuk bisa bersuara. Suara ini penting bagi negeri seperti Indonesia. Hal itu diungkapkan Andy Yentriyani, Komisioner Komnas Perempuan, Kamis (5/9), menanggapi rencana penyelenggaraan Miss World 2013 di Nusa Dua, Bali, bulan ini.
Andy menuturkan festival Miss World adalah salah satu pilihan panggung bagi perempuan yang ingin menampilkan artikulasinya. Melalui gelaran tersebut mereka bisa bersuara atau memperjuangkan perubahan sosial di masyarakat.
“Bisa bicara tentang kekerasan terhadap perempuan, kemisikinan, pendidikan, hingga masalah-masalah bangsa seperti korupsi. Suara ini penting untuk perubahan,” kata dia.
Tanpa suara, maka perubahan sosial akan sulit terjadi. Andy mengatakan asal suara akan berbeda pengaruh. Dia mencontohkan kepedulian terhadap lingkungan seperti global warming oleh tokoh dunia akan lebih terdengar dibanding suara aktivis lingkungan. Menurutnya sudah seharusnya perempuan yang mengikuti ajang tersebut bisa menjadi juru kampanye dari aktivitas perubahan.
Komnas Perempuan akan mengawal ketat ajang kecantikan ini. Agar kualitas penyelanggraan bisa terjaga. Komnas Perempuan akan mengambil posisi kritis dalam mengawal perhelatan ini agar penilaian kecantikan tidak hanya sebatas fisik saja. Dia bilang penyelenggara harus bisa menunjukan bahwa kualitas kepribadian, kepandaian juga menjadi penilaian mereka.
Dia menambahkan ajang ini tak jauh berbeda dengan ajang kecantikan lain seperti abang dan none Jakarta. Hanya saja gelaran ini diikuti oleh berbagai bangsa.
Seperti diketahui ada berbagai ancaman dan intimidasi dalam perhelatan ini. Satu di antaranya berasal dari Front Pembela Islam (FPI). Mulai dari demo beberapa waktu lalu, hingga mengancam akan menyebarkan kecoak dan melemparkan kotoran ke hotel tempat para kontestan menginap dalam perhelatan itu.

Pihak penyelenggara sebelumnya menegaskan acara tersebut akan menampilkan berbagai keragaman budaya dan keindahan Indonesia. Mulai dari kuliner, pemandangan alam, kultur hingga pakaian. Selain itu sebagai catatan tambahan tidak akan ada kontes bikini dalam ajang tersebut. Pihak panitia lokal juga memastikan bahwa ajang itu harus mengikuti aturan dan nilai-nilai budaya Indonesia.

Pemerintah mendukung gelaran tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Mari Elka Pangestu mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara akan membludak karena adanya berbagai even internasional yang diselenggarakan di Indonesia, satu diantaranya adalah\ ajang Miss World yang tinggal menghitung hari.

Dampak Positif

Dari sisi pariwisata, kontes Miss World semakin menggaungkan nama Bali ke dunia internasional karena dapat menjadi sarana promosi gratis. Apalagi kalau penyelenggaraannya berjalan sukses dan aman. kontes tersebut dapat menjadi ajang pengembangan budaya internasional. Kontes Miss World juga memberikan dampak positif membangkitkan motivasi, inovasi dan kreativitas dari masyarakat Bali dan juga Indonesia serta memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat di Pulau Dewata di antaranya dengan tingginya permintaan akomodasi, kuliner, dan transportasi. Hal ini jelas akan meningkatkan perekonomian di mata global.
Pemerintah mendukung gelaran tersebut. Kunjungan wisatawan mancanegara akan membludak karena adanya berbagai even internasional yang diselenggarakan di Indonesia, satu di antaranya adalah ajang Miss World yang tinggal menghitung hari. Catatan saja Miss World punya efek yang cukup mengejutkan, termasuk untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Sebab, 14% dari penduduk dunia menontonnya setiap tahun.

Dampak Negatif

Indonesia dengan berbagai agama dan budaya yang mengakar sejak dahulu kala dan para Founding Father bangsa ini mengetahui hal tersebut maka tidak serta merta memaksakan satu agama pun yang menjadi dasar berdirinya bangsa. Ajang Miss World yang diadakan di bali oleh beberapa ormas agama tertentu di tentang
Tidak ada alasan untuk menolak kontes tingkat dunia itu jika dalam pelaksanaannya memberi banyak manfaat terhadap citra Indonesia di mata dunia, potensi ekonomi, dan investasi. Apalagi jika dalam manual acaranya tidak ada yang mengenakan pakaian bikini, tapi malahan dikemas dengan dimensi keindonesiaan atau berbeda dengan pelaksanaan Miss World di negara lain. Miss World ini ajang kreativitas yang memiliki dampak negatif dan positif, tergantung dari sudut pandang
Bila yang dipermaslahkan adalah "bikini"-nya, maka lobi saja panitia penyelenggara Miss World agar menghormati dengan meniadakan pakaian bikini dalam ajang tersebut. Sedangkan bila yang dipermasalahkan adalah "pamer wanita" toh kita pun punya Jember Festival yang setiap tahun digelar.

http://www.metrotvnews.com/lifestyle/read/2013/09/05/49/179690/Miss-World-Ruang-Bagi-Perempuan-untuk-Bersuara-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar