Senin, 21 Oktober 2013

Pelaku UKM Trade Expo Incar Pasar Internasional



NAMA            : DELLA IRFIANIS
NPM               : 21211825
KELAS           : 3EB10

http://backend.wartaekonomi.co.id/foto_berita/thumb_1/thumb_Logo_Trade_Expo_Indonesia-1_Ist.jpg

Pemerintah dan pelaku swasta di Tanah Air sedang  menyambut pameran dagang terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia, yang  diadakan pada 16-20 Oktober, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Lewat pameran berskala internasional ini, pemerintah ingin menjaring lebih banyak buyers asing juga pengunjung domestik. Mereka bakal disuguhkan dengan produk-produk buatan dalam negeri yang berkualitas dan memenuhi standar internasional.
Di TEI yang ke-28 ini akan ada sekitar 2 ribu peserta pameran, mulai dari perusahaan besar hingga kelas UKM. Produk yang akan ditampilkan cukup beragam, diantaranya komponen otomotif, furnitur, bahan bangunan, peralatan rumah tangga, makanan dan minuman, hingga fashion.
Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Trade Expo Indonesia (TEI) 2013 benar-benar memanfaatkan peluang yang disediakan oleh pemerintah untuk memperjual belikan produknya kepada konsumen. Tidak hanya pasar dalam negeri, para pelaku UKM juga mengincar peluang dari pasar internasional.

Salah satu pelaku UKM TEI 2013 bernama Tia Yulia Setiawati yang ditemui di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Minggu (20/10) mengatakan bahwa kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan olehnya untuk melebarkan bisnisnya ke pasar internasional. Tidak tanggung-tanggung, sudah ada enam negara yang sepakat untuk membeli produk garmen asal Kota Bandung tersebut.

"Kini kita sudah dapat enam buyer untuk diekspor. Ada buyer dari Korea, India Kolombia, Kamboja, Belanda dan Kamerun," ujar Tia pemilik produk bernama Jasmine itu.
Tia menjelaskan bahwa produk-produk yang dijual ke enam negara itu adalah celana denim berbahan kaos dengan harga sekitar US$4 sampai dengan US$5 per potong dengan pemesanan setiap pembeli sekitar 5.000 sampai 10.000 potong. Sedangkan untuk pasar domestik, Tia menjual produknya dengan kisaran harga Rp120.000 per potong tergantung dengan jumlah pembelian.

"Kita jual dibawah harga untuk ekspor karena pembelian mereka dalam volume yang cukup besar dan sifatnya cash and carry. Dengan harga murah itu, kita juga tidak akan memberikan kualitas yang lebih rendah atau apapun, karena kita sangat menjaga konsumen," sambung wanita berumur 30 tahun ini.

Lebih lanjut, ibu dua anak ini mengatakan bahwa usahanya mulai mengalami peningkatan yang cukup siginifkan sejak belajar dengan Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan untuk melakukan kegiatan ekspor. Menurutnya, sejak melakukan kegiatan ekspor, omset usahanya bisa mencapai Rp250 juta per bulan.
"Kita memang sangat dibantu oleh PPEI sehingga bisa mengenal dan berani melakukan ekspor. Alhamdulillah sekarang sudah ada peningkatan produksi, apalagi setelah ada permintaan ekspor. Yang membanggakan setelah bisa ekspor, brand kita lebih dikenal lagi secara meluas," jelasnya.

Dengan sudah menjual produknya ke pasar internasional, Tia mengaku pun mengaku sudah tidak takut untuk menghadapi pasar bebas ASEAN tahun 2015 mendatang. Ia pun juga juga siap menghadapi gempuran produk dari China yang akan membajiri pasar dalam negeri dalam beberapa tahun kedepan.

Menurutnya dengan mengedepankan kualitas bahan dan jahitan, jenis produk yang dimilikinya tidak akan kalah bersaing dengan produk-produk negara tetangga lainnya.
"Jadi walaupun nanti pada 2015 produk luar negeri berdatangan dalam konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN dan produk dari China, saya sama sekali tidak takut untuk bersaing. Karena kita punya kualitas yang lebih bagus dari mereka," pungkasnya wanita yang pernah mengikuti ajang Inacraft, singapura Expo dan Hongkong Fashion Week ini.

Sumber :
http://swa.co.id/business-strategy/management/tei-2013-bidik-10-000-buyers
http://www.metrotvnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar