Jumat, 24 Januari 2014

DAMPAK PELEMAHAN RUPIAH TERHADAP DAYA BELI MASYARAKAT



NAMA            : DELLA IRFIANIS
NPM               : 21211825
KELAS           : 3EB10


Penjualan emas pada 2014 diprediksi masih stabil menyusul tren harga emas dunia yang cenderung turun serta pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Penjualan emas cenderung stabil di tahun ini, tidak naik dan tidak turun. Dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan harga emas dunia yang cenderung turun membuat daya beli masyarakat terhadap perhiasan emas masih stabil,” ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Kota Semarang, Bambang Yuwono, kemarin. Selama ini tren harga emas, kata dia, dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS serta harga emas dunia. Harga emas memang tidak bisa diprediksi karena harganya selalu bergerak menyesuaikan harga emas dunia.

Harga emas dunia tergantung situasi ekonomi pasar global. Menurut Bambang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan terus melemah apabila situasi perekonomian Indonesia tidak kondusif. Apalagi tahun ini, akan digelar pesta demokrasi Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Bambang memperkirakan, situasi selama Pemilu akan menentukan nilai tukar rupiah. Kalaupun situasi selama Pemilu aman dan berlangsung kondusif dapat dipastikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menguat. ”Saya kira Pemilu berlangsung aman. Dengan begitu, harga emas cenderung stabil. Sehingga, diharapkan daya beli emas kembali bergairah,” tutur pemilik toko emas Dewi Sri di Jalan KH Agus Salim.

Cenderung Turun
Tercatat, belakangan ini harga perhiasan emas cenderung turun. Pada Rabu (15/1) emas perhiasan kadar 99% mencapai Rp 487 ribu per gram turun dari semula Rp 480 ribu per gram. Harga emas dengan kadar 75% sebesar Rp 440 ribu per gram turun dari Rp 430 ribu per gram. Sedang, emas dengan kadar 42% mencapai Rp 240 ribu per gram turun dari sekitar Rp 230 ribu per gram. Turunnya harga emas, imbuh Bambang, tidak disertai dengan peningkatan penjualan.

Daya beli masyarakat terhadap perhiasan masih lesu. Kurun dua hari terakhir, penjualan emas cenderung sepi. Terjadi penurunan penjualan sebesar 30%. Penjualan perhiasan emas merosot sejak awal Januari lalu. Kondisi ini dipengaruhi kenaikan harga elpiji 12 kilogram dan melambungnya bahan-bahan pokok,” ujarnya. Kenaikan elpiji 12 kg membuat masyarakat menunda untuk membeli perhiasan emas. Mereka lebih mengutamakan kebutuhan pokok dibanding membeli perhiasan emas. Daya beli masyarakat cenderung menurun, terutama masyarakat perkotaan. Selama ini, kata Bambang, masyarakat kota mengandalkan sisa penghasilan mereka untuk membeli perhiasan. Jika ada sisa penghasilan mereka membeli perhiasan emas untuk investasi.

Bila pelemahan nilai tukar Rupiah terus dibiarkan, maka pada akhirnya akan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia. Bahkan, akan terjadi penurunan daya beli masyarakat, yang nantinya memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Anggota Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia Ina Primiana mengatakan, pemerintah sedari dini harus bersegera mengeluarkan kebijakan yang dampaknya dapat terlihat dalam jangka waktu pendek, yakni terkait melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. 

Ina berpendapat, pemicu rupiah melemah sekarang ini dikarenakan meningkatnya kebutuhan valas akibat ditariknya dana-dana asing di pasar modal, jatuh temponya pembayaran utang luar nNegeri, baik pemerintah maupun swasta dan adanya pembelian barang impor.

“Ini seharusnya segera dilakukan kebijakan yang memang bisa membuat Rupiah kita tidak melemah terus. Karena akan ada dampak yang terjadi bila pelemahan Rupiah itu tidak segera diatasi”, kata Ina, dalam diskusi “Penyebab Krisis Nilai Tukar dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Nasional”, di Jakarta, Jumat, 6 September 2013.

Dampak pembiaran nilai tukar Rupiah yang dimaksudkan, yakni akan menurunnya daya beli, meningkatnya kemiskinan, industri akan mengalami kebangkrutan yang disusul dengan meningkatnya PHK, dan terjebaknya Indonesia pada Middle Income Trap.

“Dapatkah paket kebijakan ekonomi menahan kondisi yang lebih buruk. Apalagi, paket kebijakan ekonomi lebih tepat untuk jangka menengah dan jangka panjang, dan bukan sekarang. Terlambat, karena digelontorkan saat sudah terjadi turbulensi”, tegas Ina.

PEMISAHAN BI DAN OJK



NAMA            : DELLA IRFIANIS
NPM               : 21211825
KELAS           : 3EB10


Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai 1 Januari, diramalkan akan menghadirkan ketegangan dengan otoritas moneter yakni Bank Indonesia.  BI dan OJK diramalkan bakal sering cekcok karena adanya rivalitas dalam melakukan pengawasan terhadap bank. Ketegangan dan konflik pun bakal tak terhindarkan karena adanya peraturan yang tumpang-tindih diantara keduanya.

“Jangan dikira OJK dan BI akan akur-akur saja nantinya. Bakal saling cekcok satu sama lain, karena adanya ketentuan yang mungkin saling tumpang tindih dari kedua lembaga itu,” kata Anwar Nasution, mantan deputi senior Gubernur BI.

Meskipun demikian, Anwar Nasution mengatakan cekcok antara BI dan OJK adalah hal lumrah dan bukan hanya monopoli Indonesia. Menurut dia, di negara-negara lain yang menganut mazhab pemisahan antara otoritas moneter dan otoritas keuangan, ketegangan dan cekcok yang demikian sering terjadi. “Saya sering diundang berceramah oleh OJK di Singapura, Korea dan Jepang. Yang selalu saya dengar dari mereka adalah ketegangan dan pertengkaran antara OJK dan bank sentralnya,” kata Anwar.

Ia menambahkan, dalam proses transisi pemisahan fungsi BI dan OJK nantinya, paling tidak diperlukan waktu tiga sampai lima tahun hingga semuanya berjalan lancar. “Pengalaman di negara-negara lain, integrasi seluruh lembaga pengatur dan pengawas lembaga keuangan memerlukan masa 3-5 tahun,” tutur Anwar.

Salah satu hal yang krusial nantinya adalah dalam soal pemeriksaan bank. Menurut UU, salah satu tugas OJK adalah melakukan pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan terhadap bank dan lembaga keuangan lainnya. Di sisi lain, BI juga tetap melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap bank, walau pun nanti OJK sudah berdiri.

“BI masih akan melakukan pemeriksaan terhadap bank, walau pun OJK sudah berdiri,” kata deputi gubernur BI, Halim Alamsyah. Bedanya, menurut Halim, pemeriksaan yang dilakukan oleh BI adalah dalam rangka makroprudensial. Artinya pemeriksaan BI atas bank lebih untuk mendapatkan gambaran kesehatan industri perbankan keseluruhan, bukan memeriksa kesehatan masing-masing individu bank.

Bank Indonesia berprinsip, model pengawasan bank yang paling cocok adalah oleh bank sentral. Namun, BI tidak keberatan fungsi pengawasan bank diambil alih oleh Otoritas Jasa Keuangan asal tetap diberi keleluasaan mengakses data perbankan secara cepat dan akurat. 

Jalan tengah yang diusulkan BI adalah mengikutsertakan salah satu anggota Dewan Gubernur BI sebagai Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ”Sistem pengawasan lembaga keuangan dapat dituangkan dalam suatu model di mana Deputi Gubernur BI bidang pengawasan secara ex officio akan menjadi anggota Dewan Komisioner OJK sekaligus sebagai chief supervisory officer otoritas pengawasan bank,” kata Deputi Gubernur BI Budi Rochadi saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta.

Jadi, ujar Budi, meskipun kebijakan pengawasan bank sudah menjadi kewenangan OJK sepenuhnya, BI tetap memiliki keleluasaan mengakses data perbankan secara cepat dan akurat. Hal itu sangat penting untuk mendukung fungsi BI dalam menjaga kestabilan mata uang rupiah dan sebagai lender of the last resort atau penyedia likuiditas untuk menyelamatkan sistem keuangan. Mustahil bagi BI bisa dengan cepat menyalurkan likuiditas jika tidak memiliki informasi yang memadai terhadap lembaga keuangan yang sistemik.

Padahal, faktor kecepatan dan ketepatan dalam pemberian bantuan kepada bank yang tengah menghadapi krisis likuiditas amat vital mengingat transaksi pembayaran antarbank terjadi dalam hitungan detik.
Budi mengatakan, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 34 Undang-Undang BI Tahun 1999, pemisahan fungsi pengawasan bank dari BI akan mengakibatkan kurang optimalnya peran BI dalam melaksanakan tugas sebagai pelaksana kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan.

Panitia kerja DPR
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang BI, pembentukan OJK paling lambat akhir 2010. Sebelumnya, pembentukan OJK diwarnai tarik ulur antara Kementerian Keuangan yang menginginkan OJK segera dibentuk dan BI yang menginginkan agar pembentukannya tidak terburu-buru serta terlebih dahulu dikaji secara mendalam.

Rencana pembentukan OJK sempat gamang karena pada faktanya, Inggris yang juga menerapkan model OJK (Financial Services Authority) ternyata gagal menahan krisis perbankan tahun 2008, yang ditandai oleh jatuhnya Northern Rock, Royal Bank of Scotland, TSB Lloyds, dan bank lainnya.
Bank-bank tersebut akhirnya harus direkapitalisasi dengan biaya yang sangat besar. Merespons hal tersebut, Parlemen Inggris akhirnya merekomendasikan agar fungsi pengawasan bank dan stabilitas keuangan dikembalikan kepada bank sentral Inggris, yakni Bank of England.

Namun, menurut anggota Komisi XI DPR, Maruarar Sirait, pembentukan OJK kembali menemukan momentumnya sejak kasus Bank Century terungkap. Kasus Century, lanjut Maruarar, secara jelas menunjukkan kelemahan pengawasan BI. Bank Century yang sudah sakit parah sejak merger tahun 2004 ternyata tetap dibiarkan hidup.

Bahkan, ungkap Maruarar, BI tidak mengetahui bahwa selama bertahun-tahun dana nasabah Bank Century telah diselewengkan oleh pemiliknya sendiri. ”Jadi, fungsi pengawasan bank harus dipisahkan dari BI. Karena itu, pembentukan OJK harus dipercepat,” ujar Maruarar.

Dalam salah satu kesimpulan rapat kemarin, Komisi XI DPR juga meminta kepada BI untuk memperketat, mengefektifkan, dan meningkatkan kualitas fungsi pengawasan perbankan. Untuk membahas persoalan pengawasan perbankan secara lebih mendalam, Komisi XI DPR akan membentuk panitia kerja pengawasan perbankan. Selanjutnya, Komisi XI dan BI sepakat untuk melakukan kajian mengenai model pengawasan perbankan yang paling cocok di Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan undang-undang mengenai pengawasan perbankan.
 
Rentang bunga
Di tempat yang sama, Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad mengatakan, rentang atau spread antara suku bunga dana dan kredit semakin menyempit. Pada akhir Januari 2010, rentang suku bunga sebesar 6,08 persen, turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 6,24 persen. Penurunan rentang bunga, kata Muliaman, akan berjalan lebih cepat jika penyaluran kredit meningkat. BI menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebesar 15 persen.

Untuk menurunkan rentang bunga, BI juga berencana memberikan patokan pada faktor-faktor yang memengaruhi bunga kredit, yakni bunga deposito, premi risiko, biaya operasional, dan margin keuntungan. Rentang bunga di Indonesia relatif lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga yang hanya berkisar 3-4 persen.

INTENSITAS BANJIR (PRA DAN PASCA JOKOWI)



NAMA            : DELLA IRFIANIS
NPM               : 21211825
KELAS           : 3EB10


 
 
 

Dua pekan terakhir banjir dan genangan mengepung DKI Jakarta. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemprov DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan, Kamis 23 Januari 2014, mengungkapkan empat masalah penyebab banjir di ibu kota yang selalu berulang setiap tahun. Permasalahan ini tidak pernah terselesaikan sejak lama. Penyebab pertama, debit air di hulu Jakarta yang ekstrem," ujar Rudy di kantor PU, Jakarta.

Tinggi muka air Bendungan Katulampa di Jawa Barat, menurut Rudy, beberapa hari lalu mencapai 180 cm atau lebih tinggi 10 cm dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini mendorong air kiriman ke ibu kota juga meningkat hingga volume 300 ribu meter kubik per detik. Sedangkan, kemampuan dan daya tampung 13 sungai utama dan 884 saluran penghubung di ibu kota tidak sebanding dengan besarnya air kiriman tersebut.

Penyebab kedua, kondisi sungai dan saluran penghubung yang ada di Jakarta telah mengalami penurunan kapasitas lebih dari 50 persen. "Ciliwung yang harusnya mempunyai lebar 50 meter bersama jalan inspeksi sekarang tinggal sekitar 20 meter. Dampaknya Kampung Pulo pasti terendam," kata Rudy. Ia menambahkan, bila posisi lebar Kali Ciliwung normal, maka posisi Kampung Pulo, Jakarta Timur, akan berada di tengah sungai. Ini salah satu dasar Pemerintah Provinsi DKI tetap akan merelokasi kawasan langganan banjir tahunan ini.

Sungai Pesanggrahan, ia melanjutkan, kondisinya juga memprihatinkan. Saat air meluap, wilayah Ulujami pasti terendam. Kondisi sama bila permukaan air di Kali Krukut naik, banjir akan menggenangi kawasan Petogogan. Kegelisahan juga membayangi warga yang tinggal di wilayah Duren Tiga dan Pondok Karya bila Kali Mampang meluap. Adapun 884 saluran penghubung, kata Rudy, kondisinya lebih dari 70 persen rusak parah. "Lahan saluran dikooptasi pemukiman liar. Selain itu kabel-kabel dan pipa perusahaan membuat fungsi drainase tidak lebih dari 30 persen," katanya.

Penyebab ketiga, adalah rob atau laut pasang. Kondisi di mana air laut naik kepermukaan dan menahan air yang datang dari hulu. Kondisi ini menjadikan Jakarta terendam banjir, karena arus air yang dari hulu semestinya lancar menuju laut justru tertahan rob. "Jakarta mempunyai 32 kilometer garis pantai di pesisir utara. Kita tidak mempunyai turap untuk menahan ombak. Kita perlu membangun turap sepanjang 6 kilometer agar air rob tidak bebas masuk ke wilayah Kamal Muara, Angke, Cilincing, dan Marunda," kata Rudy.

Dan penyebab terakhir, adalah rusaknya tata kota sejak lama. Menurut dia, banyak perubahan fungsi ruang di mana lahan seharusnya menjadi tempat resapan justru dibangun untuk kawasan komersil.


Minggu, 29 Desember 2013

Siap-Siap Harga Mobil Naik Januari


NAMA            : DELLA IRFIANIS
NPM               : 21211825
KELAS           : 3EB10



Mengawali 2014, para agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil dipastikan segera menaikkan harga jual kendaraan. Siklus tahunan ini memang selalu terjadi di awal tahun, seiring masing-masing pemerintah daerah menetapkan Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PBBNKB). Tapi, kenaikan tahun depan agak berbeda karena dipastikan ada tambahan penyesuaian ongkos produksi yang semakin tinggi.

"Yang jelas, akan ada kenaikkan harga. Sampai tutup tahun (2013) masih ada diskon bagi masing-masing merek untuk mencapai target penjualan," jelas Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kepada KompasOtomotif, pekan lalu.

Faktor utama penyebab kenaikkan harga selain PBBNKB juga akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang masih bercokol di atas Rp 12.000. Meski sebagaian besar mobil yang dipasarkan sudah rakitan lokal (CKD) dan menggunakan komponen dari dalam negeri, tetap saja bahan baku komponen itu dari impor dan dibeli menggunakan kurs dollar AS.

Bertahap
"Kenaikkan harga akan dilakukan bertahap, tidak sekaligus. Untuk tahap awal biasnaya 1,5-2 persen, dalam dua bulan kemudian dihitung lagi lihat seberapa jauh penerimaan pasar," beber Sudirman yang juga Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Sementara itu, Budi Darmadi, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian memprediksi total penjualan mobil tahun depan akan naik sekitar 5 persen menjadi 1,3 juta unit dari tahun ini sekitar 1,2 jutaan unit. Meski banyak faktor yang mempengaruhi pasar, antara lain suku bunga tinggi, nilai tukar rupiah, dan inflasti. Kendati demikian kebutuhan akan mobil masih besar di Indonesia.

"Tahun ini, target pemerintah lebih besar dari asosiasi. Biasanya, sebaliknya," celoteh Budi.
Di lain pihak Sudirman menambahkan, tahun depan Gaikindo memprediksi total pasar akan flat alias sama dengan tahun ini sekitar 1,2 juta unit lebih sedikit.


Sumber : www.kompas.com

8 Kesalahan Selebritis Dalam Mengatur Keuangan



NAMA            : DELLA IRFIANIS
NPM               : 21211825
KELAS           : 3EB10



1. Tidak pernah menabung
Sebagian besar anak di dunia diajarkan untuk menabung sejak masih kecil. Meski mungkin orang kaya raya tak pernah melakukan hal yang sama. Namun pastinya, jika Anda tidak pernah menabung nasib buruk akan menimpa Anda seperti yang terjadi pada selebritis-selebritis dunia.
Pamela Anderson dikabarkan bangkrut setelah ketahuan berutang senilai US$ 1,1 juta dan terpaksa harus menjual rumahnya. Sebelumnya pada 1978, Larry King juga bernasib sama dan harus mendaftarkan kebangkrutannya ke pihak terkait karena mencuri uang dari rekan bisnisnya.
Selain itu aktris lain, Lena Heady bahkan mengaku hanya mempunyai US$ 5 di rekening banknya setelah bercerai. Meksi demikian, bukan berarti para selebritis yang tidak pernah menabung ini jatuh miskin. Ketenarannya kembali mencetak uang dan membantunya bangkit dari keterpurukan.

2. Tidak bisa mengelola uang sendiri
Jika Anda memiliki uang dalam jumlah melimpah, keahlian mengelolanya sendiri sangat diperlukan. Sayangnya, banyak selebritis yang tidak memiliki banyak waktu untuk melakukannya dan mempercayakan tugas tersebut pada orang lain.
Dalam banyak kasus, para selebritis justru membayar orang yang salah. Akhirnya para selebritis harus merelakan uangnya karena menjadi korban pencurian atau penipuan.
Beberapa selebritis yang tidak beruntung karena membayar orang lain untuk mengelola uangnya adalah aktor Nicolas Cage, juga penyanyi Toni Braxton dan Dionne Warwick.
  
3. Mengemplang pajak
Bukan hanya orang biasa yang menghindar pembayaran pajak. Bahkan orang-orang kaya dan tenar juga sering mengemplang pajak hingga pihak pemerintah harus mengejarnya.
Tentu saja para selebritis tidak bisa kabur dari kewajibannya, mengingat semua pajaknya tetap dihitung dan diakumulasi pihak berwenang. Kasus penunggakan pajak yang terus menggunung menimpa selebritis papan atas Martha Stewart yang harus membayar US$ 220 ribu sebelum akhirnya dijebloskan ke penjara.
Sebagian selebritis lain yang juga terbelit masalah pajak adalah Brat Pack, aktor Wesley Snipes dan penyanyi Willie Nelson.

4. Hobi beli barang mewah
Para orang kaya dan populer seringkali membeli barang-barang yang tidak dibutuhkannya dalam harga mahal. Beberapa selebritis terbiasa menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah seperti perhiasan dan gadget super canggih.
Istri pemain bola David Beckham, Victoria baru-baru ini membeli iPhone 5 emas 24 karat seharga US$ 35.998. atau Rp 441,3 juta (kurs: Rp 12.261 per dolar AS).
Bahkan aktor tenar Daniel Radcliffe menghabiskan uang senilai US$ 17 ribu atau Rp 208,4 juta untuk membeli tempat tidur. Selain itu, aktris Katie Holmes yang menghabiskan US$ 6.000 atau Rp 73,5 juta untuk kostum Haloween.

5. Belanja berlebihan
Wajar jika Anda sesekali berbelanja dalam jumlah besar. Namun melakukannya berkali-kali berarti menjerumuskan diri sendiri dalam belitan masalah keuangan. Terlebih lagi, kalau Anda memiliki banyak uang.
Lihat saja bagaimana sebagian besar selebritis menghabiskan banyak uang seperti Jay Leno yang membeli banyak mobil. Selain itu, aktris Imelda Marcos yang mengkoleksi 2.000 sepatu tanpa memakainya.

6. Bergaya hidup melebihi kemampuan
Jangan pernah mengeluarkan uang lebih dari yang dimiliki. Sayangnya, banyak selebritis yang menghabiskan uang melebihi jumlah yang digenggamnya.
Lihatlah, bagaimana penyanyi Cyndi Lauper kehilangan semuanya pada 1981. Untungnya kepopuleran berhasil mengembalikan semua uangnya yang hilang. Penyanyi lain bahkan harus menyewa apartemen setelah sering berfoya-foya.

7. Salah pilih investasi
Menginvestasikan uang selalu menjadi kegiatan yang baik. Namun akan menjadi malapetaka jika pelakunya salah memilih investasi. Kasus ini sering terjadi pada para selebritis yang tak pernah takut kehilangan uang.
Diantara selebritis yang salah berinvestasi adalah rapper ternama Jay Z. Investasinya di J Hotels ternyata tidak berhasil memberikan keuntungan.

8. Sering meminjamkan uang ke teman dan keluarga
Menjadi orang kaya tentu mendatangkan banyak teman dan keluarga. Bahkan orang yang tak terlalu Anda kenal berani datang dan meminjam uang. Memang, pepatah lama menyatakan, apa lah arti uang dibandingkan persahabatan, tapi hati-hati, justru hal tersebut bisa merugikan Anda.