
NAMA :
DELLA IRFIANIS
NPM :
21211825
KELAS :
3EB10
Dahlan menilai, saat ini, frekuensi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sangat padat sehingga tidak efisien bagi calon penumpang yang kerap harus menunggu lama jadwal keberangkatannya.
"Misalnya saja, penerbangan ke Lampung dengan pesawat Garuda menempuh waktu 40 menit. Tetapi, penumpang harus menunggu keberangkatan hingga 40 menit juga," tutur Dahlan di Jakarta.
Menurut Dahlan, frekuensi penerbangan yang terlalu banyak akan berimbas pada padatnya runway di bandara. Akibatnya, keterlambatan penerbangan tidak dapat dihindari.
"Apa gunanya penerbangan setiap setengah jam ada, tapi runway-nya juga antre lebih dari setengah jam," jelasnya.
Dia memberi contoh seperti penerbangan Medan-Jakarta yang saat ini terlalu banyak. Padahal, jadwal ini dapat dialihkan ke rute penerbangan lain.
"Jadi, perlu adanya tindakan yang berani dan tegas dengan memangkas frekuensi penerbangan dan adanya kerja sama satu dengan yang lainnya," imbuh dia.
Selain itu, lanjut Dahlan, untuk mendukung pemangkasan frekuensi penerbangan tersebut, harus ada rencana panjang yang perlu dilakukan oleh maskapai penerbangan, yaitu dengan mengganti pesawat berbadan besar sehingga dapat mengangkut penumpang lebih banyak dengan pesawat yang lebih sedikit.
Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar