THE
INFLUENCE OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE TO FINANCIAL PERFORMANCE
Dian Prasinta
Universitas
Negeri Semarang
Volume 1 No 2
ABSTRACT
The
purpose of this research is to disclose
influence of applicating good corporate
governance (GCG) to financial performance. Sampling was purposive sampling
technique is the selection of samples with specific criteria, so that samples
obtained in this study as many as 31 companies.A measure of corporate
governance implementation is CGPI score A measure of corporate performance is return on assets
(ROA), return on equity (ROE) and Tobin’s Q. The result from this research shows
that there is no positive relationship between corporate governance perception index
and return on asset. But, there is a positive relationship between corporate governance
perception index and return on equity, and also no positive relationship between
corporate governance perception index and tobin’s q. It means that good corporate
governance implementation influence the operational performance, but there is
no improvement of net profit and market also does not respond the implemention
of corporate governance.
Keywords: Good Corporate Governance (GCG), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE)
Obyek Penelitian
Obyek penelitian ini adalah
seluruh perusahaan yang ikut serta dan memenuhi syarat dalam ajang Corporate
Governance Perception Index (CGPI) Awards pada tahun 2006, 2007,
2008, 2009 dan 2010 serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai objek
penelitian. Jumlah populasi penelitian ini yaitu sebanyak 47 perusahaan yang terdaftar di CGPI Awards 2006,
2007, 2008, 2009 dan 2010.
Variabel
1.
Variabel Dependen
Kinerja keuangan adalah
penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu perusahaan
dalam menghasilkan laba. Variabel kinerja keuangan ini diproksi dengan nilai ROA,
ROE dan Tobin’s Q.
a. Return on Assets (ROA)
Return on Assets (ROA) adalah rasio profitabilitas perusahaan yang diukur
dengan membandingkan laba bersih dengan total aset perusahaan.
b. Return on Equity (ROE)
Return on equity adalah kemampuan perusahaan dalam menggunakan modalnya untuk memperoleh
laba.
c. Tobin’s Q
Tobin’s Q adalah perbandingan antara nilai pasar perusahaan dengan nilai
buku total aktiva.
2.
Variabel Independen
a.
Corporate
Governance
didefinisikan sebagai seperangkat aturan dan prinsip-prinsip
antara lain fairnes, transparancy, accountability, dan responsibility
yang mengatur hubungan antara pemegang saham, manajemen perusahaan (direksi dan
komisaris), pihak kreditur, karyawan, serta stakeholder lainnya yang
berkaitan dengan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Pengukuran penerapan
GCG dilakukan dengan menggunakan skor CGPI.
Data
Data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder yang
akan digunakan adalah laporan CGPI dan laporan keuangan yang memenuhi kriteria sampel
penelitian yang diperoleh dari laporan keuangan sejumlah perusahaan di Indonesian
Capital Market Directory (ICMD) yang telah diaudit tahun 2006-2010.
Data penelitian bersifat pooling yaitu gabungan dari data time
Series dan data cross sectional
selama periode pengamatan tahun 2006-2010 untuk beberapa perusahaan yang terpilih
menjadi sampel penelitian.
Analisis Data
1.
Analisis Regresi Sederhana
Metode analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini analisis regresi linear sederhana sebagai berikut:
Model 1 :
Y1 = α + β1X
+ e
Model 2 :
Y2 = α + β2X
+ e
Model 3 :
Y3 = α + β3X
+ e
2.
Statistik deskriptif
Statistik deskriptif digunakan
untuk memberikan gambaran
variabel-variabel yang diteliti. Uji statistik deskriptif mencakup nilai rata-rata (mean),
nilai minimum, nilai maksimum, nilai mean, nilai range, nilai
standar deviasi.
3.
Uji Statistik Inferensial
Pengujian hipotesis dalam
penelitian ini menggunakan uji signifikan parsial (uji-t).
4.
Uji Signifikan Parameter Individual
(Uji t)
Uji t menurut Ghozali
(2006:88) pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen
secara individual dalam menerangkan variabel dependen.
5.
Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi menurut
Ghozali (2006:87) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam
menerangkan variasi variabel terikat.
Pada tabel 1 perhitungan statistik deskriptif terhadap 31 perusahaan sampel menunjukkan bahwa
rata-rata skore GCG adalah 79.1381. Rata–rata nilai ROA, ROE dan TobinsQ berturut-turut
6.8032, 15.0884, dan 1.7081. Persamaan regresi sederhana berdasarkan hasil pengolahan
data pada tabel 2 sebagai berikut :
Y1 = -0,422 + 0,091 X
Hasil persamaan regresi liniear sederhana dapat dijelaskan bahwa
konstanta (a) sebesar -0,422 artinya apabila nilai skor penerapan GCG konstan atau
bernilai 0, maka nilai ROA (Y1) akan sebesar -0,422. Selanjutnya
koefisien X (b1) sebesar 0,091 dan bertanda positif, berarti bahwa jika variabel
GCG (X) mengalami peningkatan sebesar 1% maka akan menyebabkan ROA (Y1)
sebesar 0,091.
Hasil regresi linear sederhana terhadap variabel dependen ROE
Persamaan regresi linear sederhana berdasarkan hasil pengolahan
data pada tabel 3 sebagai berikut :
Y2 = - 24,166 + 0,496X
Hasil persamaan regresi linear sederhana dapat dijelaskan bahwa
konstanta (a) sebesar -24,166
artinya apabila nilai skor penerapan GCG konstan atau bernilai 0,
maka nilai ROE (Y2) akan sebesar -24,166. Koefisien X (b2) sebesar
0,496 dan bertanda positif. Hal ini berarti bahwa jika variabel skor penerapan
GCG ditingkatkan 1%, maka akan meningkatkan ROE sebesar 0,496. Hasil regresi
linear sederhana terhadap variabel dependen Tobin’s Q.
Persamaan regresi linear sederhana berdasarkan hasil pengolahan
data pada tabel 4 sebagai berikut:
Y3 = - 0,762 + 0,031X
Hasil persamaan regresi berganda dapat dijelaskan bahwa
konstanta (a) sebesar -0,762 artinya
apabila nilai skor penerapan GCG konstan atau bernilai 0, maka nilai
Tobin’s Q (Y3) akan sebesar -0,762. Koefisien X (b3)
sebesar 0,031 dan bertanda positif. Hal ini berarti bahwa jika variabel skor penerapan
GCG ditingkatkan, maka akan meningkatkan Tobin’s Q sebesar 0,031.
Hasil uji koefisien determinasi pada tabel 5 nilai adjusted R2=
-0,023. Hal ini berarti ROA (Y1)
tidak dapat dijelaskan oleh skor penerapan GCG. Besar nilai
adjusted R pada tabel
5 = 0,110. Variabel Good Corporate
Governance dapat menjelaskan ROE sebesar
11%, sedangkan 89%
diprediksi atau dijelaskan oleh faktor lain.
Besar nilai adjusted R2 pada tabel 8 = 0,013.
Hal ini berarti Tobin’s Q (Y3) dapat dijelaskan oleh
skor penerapan GCG. Nilai adjusted R2
yang positif tersebut
menunjukkan bahwa pengujian yang dilakukan
memberikan hasil yang baik.
Kesimpulan
Simpulan dalam penelitian ini berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate
Governance yang diproksikan skor CGPI tidak berpengaruh terhadap ROA, skor
CGPI berpengaruh positif terhadap ROE, dan skor CGPI tidak berpengaruh terhadap
Tobin’s Q.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar