Rabu, 31 Desember 2014

Tugas 4 Etika Profesi: Analisis Jurnal

THE INFLUENCE OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE TO FINANCIAL PERFORMANCE

Dian Prasinta
Universitas Negeri Semarang
Volume 1 No 2


ABSTRACT

            The purpose of  this research is to disclose influence of  applicating good corporate governance (GCG) to financial performance. Sampling was purposive sampling technique is the selection of samples with specific criteria, so that samples obtained in this study as many as 31 companies.A measure of corporate governance implementation is CGPI score A measure of  corporate performance is return on assets (ROA), return on equity (ROE) and Tobin’s Q. The result from this research shows that there is no positive relationship between corporate governance perception index and return on asset. But, there is a positive relationship between corporate governance perception index and return on equity, and also no positive relationship between corporate governance perception index and tobin’s q. It means that good corporate governance implementation influence the operational performance, but there is no improvement of net profit and market also does not respond the implemention of  corporate governance.
Keywords: Good Corporate Governance (GCG), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE)

Obyek Penelitian
Obyek penelitian  ini adalah seluruh perusahaan yang ikut serta dan memenuhi syarat dalam ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) Awards pada tahun 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010 serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai objek penelitian. Jumlah populasi penelitian ini yaitu sebanyak 47 perusahaan yang terdaftar di CGPI Awards 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010.

Variabel
1.      Variabel Dependen
Kinerja keuangan adalah penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba. Variabel kinerja keuangan ini diproksi dengan nilai ROA, ROE dan Tobin’s Q.
a.       Return on Assets (ROA)
Return on Assets (ROA) adalah rasio profitabilitas perusahaan yang diukur dengan membandingkan laba bersih dengan total aset perusahaan.
b.      Return on Equity (ROE)
Return on equity adalah kemampuan perusahaan dalam menggunakan modalnya untuk memperoleh laba.
c.       Tobin’s Q
Tobin’s Q adalah perbandingan antara nilai pasar perusahaan dengan nilai buku total aktiva.
2.      Variabel Independen
a.       Corporate Governance
didefinisikan sebagai seperangkat aturan dan prinsip-prinsip antara lain fairnes, transparancy, accountability, dan responsibility yang mengatur hubungan antara pemegang saham, manajemen perusahaan (direksi dan komisaris), pihak kreditur, karyawan, serta stakeholder lainnya yang berkaitan dengan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Pengukuran penerapan GCG dilakukan dengan menggunakan skor CGPI.

Data
Data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder yang akan digunakan adalah laporan CGPI dan laporan keuangan yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang diperoleh dari laporan keuangan sejumlah perusahaan di Indonesian Capital Market Directory (ICMD) yang telah diaudit tahun 2006-2010. Data penelitian bersifat pooling yaitu gabungan dari data time
Series dan data cross sectional selama periode pengamatan tahun 2006-2010 untuk beberapa perusahaan yang terpilih menjadi sampel penelitian.

Analisis Data
1.      Analisis Regresi Sederhana
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini analisis regresi linear sederhana sebagai berikut:
Model 1 :
Y1 = α + β1X + e
Model 2 :
Y2 = α + β2X + e
Model 3 :
Y3 = α + β3X + e
2.      Statistik deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran variabel-variabel yang diteliti. Uji statistik deskriptif mencakup nilai rata-rata (mean), nilai minimum, nilai maksimum, nilai mean, nilai range, nilai standar deviasi.
3.      Uji Statistik Inferensial
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji signifikan parsial (uji-t).
4.      Uji Signifikan Parameter Individual (Uji t)
Uji t menurut Ghozali (2006:88) pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen.
5.      Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi menurut Ghozali (2006:87) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat.

Pada tabel 1 perhitungan statistik deskriptif  terhadap 31 perusahaan sampel menunjukkan bahwa rata-rata skore GCG adalah 79.1381. Rata–rata nilai ROA, ROE dan TobinsQ berturut-turut 6.8032, 15.0884, dan 1.7081. Persamaan regresi sederhana berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 2 sebagai berikut :
Y1 = -0,422 + 0,091 X
Hasil persamaan regresi liniear sederhana dapat dijelaskan bahwa konstanta (a) sebesar -0,422 artinya apabila nilai skor penerapan GCG konstan atau bernilai 0, maka nilai ROA (Y1) akan sebesar -0,422. Selanjutnya koefisien X (b1) sebesar 0,091 dan bertanda positif, berarti bahwa jika variabel GCG (X) mengalami peningkatan sebesar 1% maka akan menyebabkan ROA (Y1) sebesar 0,091.
Hasil regresi linear sederhana terhadap variabel dependen ROE
Persamaan regresi linear sederhana berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 3 sebagai berikut :
Y2 = - 24,166 + 0,496X
Hasil persamaan regresi linear sederhana dapat dijelaskan bahwa konstanta (a) sebesar -24,166
artinya apabila nilai skor penerapan GCG konstan atau bernilai 0, maka nilai ROE (Y2) akan sebesar -24,166. Koefisien X (b2) sebesar 0,496 dan bertanda positif. Hal ini berarti bahwa jika variabel skor penerapan GCG ditingkatkan 1%, maka akan meningkatkan ROE sebesar 0,496. Hasil regresi linear sederhana terhadap variabel dependen Tobin’s Q.
Persamaan regresi linear sederhana berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4 sebagai berikut:
Y3 = - 0,762 + 0,031X
Hasil persamaan regresi berganda dapat dijelaskan bahwa konstanta (a) sebesar -0,762 artinya
apabila nilai skor penerapan GCG konstan atau bernilai 0, maka nilai Tobin’s Q (Y3) akan sebesar -0,762. Koefisien X (b3) sebesar 0,031 dan bertanda positif. Hal ini berarti bahwa jika variabel skor penerapan GCG ditingkatkan, maka akan meningkatkan Tobin’s Q sebesar 0,031.
Hasil uji koefisien determinasi pada tabel 5 nilai adjusted R2= -0,023. Hal ini berarti ROA (Y1)
tidak dapat dijelaskan oleh skor penerapan GCG. Besar nilai adjusted R pada tabel 5 = 0,110. Variabel Good Corporate Governance dapat menjelaskan ROE sebesar 11%, sedangkan 89%
diprediksi atau dijelaskan oleh faktor lain.
Besar nilai adjusted R2 pada tabel 8 = 0,013. Hal ini berarti Tobin’s Q (Y3) dapat dijelaskan oleh
skor penerapan GCG. Nilai adjusted R2 yang positif  tersebut menunjukkan bahwa pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang baik.





Kesimpulan
Simpulan dalam penelitian ini berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate Governance yang diproksikan skor CGPI tidak berpengaruh terhadap ROA, skor CGPI berpengaruh positif terhadap ROE, dan skor CGPI tidak berpengaruh terhadap Tobin’s Q.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar