NAMA :
DELLA IRFIANIS
NPM : 21211825
KELAS :
3EB10
Banjir bandang dan longsor terjadi
di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akibat dua bencana tersebut,
akses jalan dari Malang menuju ke Kediri lumpuh. Kepala Pusat Data dan
informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho
menjelaskan, banjir bandang dan longsor mulai terjadi pada Jumat 31 Januari
2014, pukul 17.30 WIB di Desa Talasan dan Desa Sukomulyo.
"Longsor kurang lebih 10 meter
sehingga menutupi sebagian Jalan Provinsi Pujon-Ngantang, lalu lintas sistem
buka tutup, namun masih bisa jalan," kata Sutopo.
Kemudian, pada Jumat pukul 17.45 WIB, jembatan Desa Kedungrejo arah ke Desa Bendosari terputus. Satu orang operator eksavator yang sedang memperbaiki eksavator di aliran sungai saat ini belum ditemukan. "Kemudian pada pukul 17.55, Sungai Konto di Desa Tretes Ngepre meluap ke Jalan Raya Pujon Ngantang yang menyebabkan lalu lintas lumpuh," jelas Sutopo.
Kemudian, pada Jumat pukul 17.45 WIB, jembatan Desa Kedungrejo arah ke Desa Bendosari terputus. Satu orang operator eksavator yang sedang memperbaiki eksavator di aliran sungai saat ini belum ditemukan. "Kemudian pada pukul 17.55, Sungai Konto di Desa Tretes Ngepre meluap ke Jalan Raya Pujon Ngantang yang menyebabkan lalu lintas lumpuh," jelas Sutopo.
Banjir bandang dan longsor tersebut
mengakibatkan akses Jalan Malang-Kediri lumpuh dan ditutup sementara termasuk
memutus akses Jalan Batu-Pujon serta hanyutnya jembatan utama di Perbatasan
Pujon-Ngantang, yang memutus akses utama Pujon-Ngantang dan arah Kediri
Jombang.
Di tempat lain, lanjut Sutopo, tepatnya di Jalan Pantura Surabaya-Banyuwangi, untuk sementara ditutup akibat banjir bandang dari Gunung Ringgit di Kabupaten Situbondo yang juga menggenangi pemukiman kurang lebih 1.100 Kepala Keluarga.
Di tempat lain, lanjut Sutopo, tepatnya di Jalan Pantura Surabaya-Banyuwangi, untuk sementara ditutup akibat banjir bandang dari Gunung Ringgit di Kabupaten Situbondo yang juga menggenangi pemukiman kurang lebih 1.100 Kepala Keluarga.
Terkait bencana di wilayah Jatim
ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan koordinasi
dengan pihak-pihak terkait untuk mempersiapkan penanganan darurat bagi
masyarakat.
"BPBD Jatim, bersama BPBD
kabupaten, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, relawan, dan masyarakat melakukan
penanganan darurat. Masyarakat diimbau terus waspada. BMKG memprakirakan bulan
Februari 2014, hujan sangat tinggi berpotensi terjadi Jatim bagian utara,"
tandas Sutopo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar