Jumat, 15 November 2013

MENGAPA HARUS ZAHIR?





NAMA            : DELLA IRFIANIS
NPM               : 21211825
KELAS           : 3EB10


Pengertian Zahir
Zahir Accounting adalah software manajemen bisnis yang memberikan kemudahan dalam mengelola dan menyajikan laporan dari berbagai aktifitas bisnis seperti: penjualan, pembelian, stock, keuangan, akuntansi, aset, proyek, dll. Software ini dirancang tepat untuk kebutuhan bisnis di Indonesia dan dijamin sangat mudah digunakan.

Sejarah Singkat Zahir
Zahir merupakan software akuntansi yang diciptakan oleh orang Indonesia yang bernama Fadil Basymeleh. Tahun 1997, Fadil mulai membuat financial software. Tapi berbeda dengan software yang lain, yang rata-rata merupakan software akuntansi, Fadil bergerak lebih jauh. Software Zahir tidak hanya bisa mengolah angka-angka tetapi juga grafik dan visual. Dengan hanya meluangkan waktu sekilas, pengambil keputusan bisa memberikan penilaian terhadap kinerja perusahaannya. Dengan software Zahir, kinerja perusahaan bisa nampak zahirnya (lahiriahnya).
 
Selain bisa melihat zahir perusahaan secara instan, software Zahir juga gampang dioperasikan oleh siapa pun. Bahkan oleh karyawan yang tak paham akuntansi. Hal ini berbeda dengan software akuntansi pada umumnya, dimana hanya orang-orang profesional tertentu yang bisa memanfaatkannya. Sedangkan dengan software Zahir siapapun bisa menjalankan tugasnya
Kemudahan dan fungsi yang mumpuni inilah yang membuat Zahir dikenal, bukan hanya klien dalam negeri tetapi juga klien luar negeri. Sebab, Zahir juga sering melakukan pameran di luar negeri seperti Jerman dan Singapura. Dengan sering melakukan pameran di luar negeri, merek Zahir juga semakin melesat. Dengan demikian tak aneh jika sejumlah klien Zahir di Indonesia adalah perusahaan-perusahaan multinasional. 

Hingga sekarang, inovasi terhadap software zahir ini masih terus dilakukan. Gebrakan terbaru adalah menyediakan software yang bisa diakses dengan nama Zahir Report Server. Dengan layanan ini, pengambil keputusan bisa mengaksesnya di manapun yang bersangkutan berada.
 
Banyak penghargaan telah diraih oleh PT Zahir International berkat software akuntansinya. Yang terakhir mereka terima adalah penghargaan Teknopreneur Award 2008 pada Juni 2008.
Sebelumnya, Zahir Accounting pernah memenangkan penghargaan Merit Award APICTA (Asia Pacific ICT Award)-Indonesia sebagai software bisnis terbaik tahun 2002. Pada tahun 2003, Zahir memenangkan Winner APICTA-Indonesia sebagai software bisnis finansial terbaik. Di tahun yang sama, Zahir juga mendapat penghargaan Indonesia ICT Award dari Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada bulan Desember 2006 Zahir berhasil memperoleh penghargaan Enterprise 50 dari Majalah SWA sebagai apresiasi kepada perusahaan Indonesia yang dinilai mempunyai prestasi terbaik.Software ini digunakan dalam laboratorium akuntansi di berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia, Magister Management ITB, Petra Surabaya, UII Yogyakarta, Universitas Atmajaya Jakarta, UNMER malang, dll. Zahir Accounting juga telah direkomendasikan dan telah digunakan oleh binaan dari PT PNM (Permodalan Nasional Madani) serta Swisscontact dan JICA (mereka ada konsultan pembinaan usaha kecil dan menengah milik pemerintah Swiss dan Jepang).

Latar Belakang dirancangnya Software Zahir Accounting
Latar belakang dibuatnya Software ini tak hanya sekedar itu-itu saja. Namun, memiliki prinsip yaitu "akuntansi keuangan adalah mudah dan menggunakan aplikasi akuntansi keuangan adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan". Perancangan software ini ditujukan tepat untuk kebutuhan usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Software ini memberikan kemudahan bagi pemula yang ingin mempelajari Zahir Accounting aplikasi software. Bahkan yang tidak mengerti akuntansi pun dapat menggunakan software ini karena memang dalam proses penginputannya sangat mudah digunakan dan desain tampilan (interface) program yang menarik, hanya dengan sekali menginput transaksi semudah kita menginput kwitansi atau nota pejualan, seluruh laporan dan grafik akan terbentuk secara otomatis.
Sebagian besar input transaksi yang dilakukan pengguna menggunakan formulir yang mudah dipahami dan sering ditemui dalam keseharian, sehingga pengguna tidak perlu takut salah dalam menginput transaksi, tidak perlu bingung mana yang debet dan mana yang kredit, program secara otomatik akan melakukannya sendiri proses-proses tersebut.

Fasilitas Software Zahir Accounting
Software ini juga mempunyai fasilitas didalamnya diantaranya yaitu :
  • Pencatatan Jurnal Umum, Penjualan, Pembelian, Kas Masuk, Kas Keluar, Persediaan dengan kemampuan mengaitkan transaksi kepada suatu proyek.
  • Fasilitas Transaksi berulang untuk membuat jurnal dari transaksi yang sering berulang
  • Laporan neraca, Laba Rugi, Buku besar, Neraca Lajur, Aliran Kas, Hutang Piutang, Persediaan dan proyek
  • Pencatatan biaya proyek yang lengkap dan mendetail, sehingga penerapan akuntansi biaya di perusahaan akan sangat mudah, dan mendukung sistem “Activity Based Costing”
  • Pencatatan persediaan yang lengkap dengan sistem biaya : FIFO, LIFO, dan Average Costing, fasilitas pembuatan jurnal otomatis seperti Auto Build dan Stock Opname serta fasilitas untuk Penentuan Harga Jual
  • Pembuatan jurnal penyesuaian persediaan dan cadangan penghapusan piutang secara otomatis saat pembuatan jurnal penjualan
  • Pengelolaan Harga Tetap, dengan fasilitas dengan penentuan beban penyusutan dengan berbagai metode. Serta fasilitas pembuatan jurnal penyusutan otomatis saat tutup buku bulanan
  • Pencetakan faktur penjualan,pembelian, faktur pajak dengan kemudahan untuk mengkostumisasi layout faktur sesuai keinginan pengguna
  • Analisa keuangan yang menampilkan rasio-rasio keuangan penting dan laporan penting lainnya secara terpadu
  • Mudah dan nyaman digunakan dengan tampilan grafis menarik yang dirancang untuk pemakai pemula dalam bidang komputer maupun akuntansi
  • Jumlah transaksi tidak dibatasi 
KELEBIHAN ZAHIR ACCOUNTING SOFTWARE

1. Mudah digunakan oleh non akuntan karena sudah disediakan formulir khusus untuk menginput semua transaksi umum dalam perusahaan seperti transaksi keluar atau masuk kas, pembelian, penjualan, piutang dan sebagainya.
2. Desain user interface (tampilan)  menarik dan mudah dipahami karena struktur menu dan icon berupa gambar yang sederhana dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Faktur dan laporan dapat didesain sesuai dengan keinginan dan kebutuhan perusahaan serta disertakan berbagai variabel data dan fungsi matematika yang dapat digunakan langsung.
4. Laporan dapat dikirim via email dan diexport ke berbagai format. Mengirim laporan menggunakan email sangan mudah, cukup membuka laporan yang diinginkan kemudian klik tombol Send Email. Zahir Accounting juga dapat mengexport data dengan tampilan yang sama persis dengan tampilan pada Zahir Accounting.
5. Menggunakan database client server sehingga menjadi lebih handal untuk menangani data besar, volume transaksi yang sangat tinggi dan tingkat keamanan data sangat tinggi.
6. Fasilitas dan kapasitas dapat dipilih sesuai kebutuhan sehingga kita cukup membeli paket yang paling murah kemudian memesan fasilitas tambahan sesuai dengan kebutuhan.
7. Berbagai grafik dan analisa bisnis interaktif yang tersedia dalam satu layar dan setiap grafik dapat diklik untuk dianalisis.
8. Laporan dapat diklik untuk melihat detail transaksi (audit atau drill down) pada neraca atau laporan laba-rugi akan menampilkan buku besar per rekening. Jika mengklik nomor transaksi maka transaksi asli akan terbuka kembali. Jika mengklik kanan  mouse pada laporan keuangan akan menampilkan jurnal double entry. 
9. Seluruh transaksi dapat diedit dan dihapus.
10. Memudahkan dalam pengambil keputusan bisnis karena dilengkapi berbagai analisa laporan keuangan perusahaan seperti analisis rasio, break even point analysis, berbagai grafik serta laporan interaktif yang menarik dan terintegrasi.
11.  Memiliki berbagai opsi fasilitas advace seperti:
  • Multi currency, multi price, multi discount 
  • Serial number.
  • Lot number dan expire date.
  • Giro mundur.
  • Sinkronisasi data antar cabang melalui internet dial-up. Hal ini belum dimiliki oleh keempat software di atas. Hal ini mempermudah dalam hal pengendalian perusahaan karena bersifat real time.- Predictive input (menginput transaksi berulang kali secara otomatis).
KELEMAHAN ZAHIR ACCOUNTING SOFTWARE

1. Zahir Accounting tidak dapat secara otomatis menghitung biaya perjam, perburuh dan biaya lain dalam akuntansi biaya.
2. Pada Zahir edisi Flexy Money tidak tersedia fasilitas harga tetap, proyek dan departemen.
3. Zahir Accounting edisi pendidikan belum mendukung pengeditan (unposting) transaksi penjualan dan pembelian.
4 Tidak memberikan rekomendasi tentang kebutuhan perangkat yang dibutuhkan serta kompatibel dengan Zahir Pos.
5. Zahir Pos kurang cepat dan responsif khususnya pada saat menginput transaksi, membuka faktur, menginput produk dan mencetak faktur.

JENIS – JENIS PRODUK ZAHIR 

1.  Zahir Small Business Accounting 5.1

Digunakan  untuk  usaha  kecil  yang  bergerak  di  bidang  jasa  dan perdagangan,  organisasi  nirlaba  dan  perorangan,  yang memerlukan  pembukuan  sederhana,  mengelola  uang,  piutang, tagihan dan pelaporan yang lengkap namun dengan harga sangat terjangkau, dan lain-lain. 

2.  Zahir Flexy Money 5.1

Digunakan  untuk  usaha  kecil  yang  bergerak  di  bidang  jasa, organisasi nirlaba dan perorangan, yang memerlukan pembukuan praktis  dan  lengkap,  mengelola  uang,  giro,  piutang,  tagihan  dan pelaporan secara mudah dan cepat, dan lain-lain. 

3.  Zahir Flexy Trade 5.1

Digunakan  untuk  usaha  kecil  bidang  perdagangan  yang memerlukan  pembukuan  praktis  dan  lengkap,  untuk  mengelola uang,  persediaan  barang  dagangan,  piutang,  tagihan  dan pelaporan secara mudah dan cepat, dan lain-lain. 

4.  Zahir Accounting Personal 5.1

Digunakan untuk usaha kecil dan menengah dalam bidang usaha jasa  dan  organisasi  nirlaba  yang  ingin  mengelola  usaha  dengan mudah  dan  lengkap,  untuk  usaha  yang  menerima  order  dengan sistem proyek, mengelola dan menghitung penyusutan fixed asset, sesuai untuk bidang usaha advertising, kontraktor, dan lain-lain.


5.  Zahir Standar 5.1

Digunakan  untuk  usaha  kecil  dan  menengah  dalam  bidang perdagangan,  konstruksi,  retail  sedang,  yang  ingin  mengelola usaha dengan mudah, memberikan kemudahan dalam mengelola proyek, menghitung penyusutan aktiva tetap, sesuai untuk  bidang usaha kontraktor, real estate, pabrik kecil, retail, dan lain-lain. 

6.  Zahir Enterprise 5.1

Dengan  database  Client  Server  yang  mampu  menangani  data yang  lebih  besar  dan  lebih  handal,  berbagai  fasilitas  baru  seperti multi  level  pricing,  komisi  bagian  penjualan,  laporan  yang  dapat didesain  sendiri,  laporan  dapat  di  drill  down  (dapat  di  klik)  untuk menampilkan detail laporan, dan lain-lain. 

7.  Zahir Point of Sale (POS) 5.1

Software  Point  of  Sale  yang  simpel  dan  mudah  digunakan, sebagai  software  kasir  yang  khusus  mencatat  penjualan  harian dengan  kecepatan  input  transaksi  yang  tinggi.  Beberapa  fasilitas yang  dimiliki,  antara  lain  :  penjualan  tunai  dan  kredit,  pencarian barang  per  suku  kata,  dapat  menggunakan  Bar  Code  Reader, Drawer, Customer Display, dan lain-lain.


Sumber :

MORALITAS PELAJAR JAMAN SEKARANG



NAMA            : DELLA IRFIANIS
NPM               : 21211825
KELAS           : 3EB10


Pelajar yang merupakan aset bangsa dalam mewujudkan cita-cita bangsa serta membela tanah air memang selayaknya bertindak sesuai aturan dan norma yang ada. Selain belajar dan menuntut ilmu, pelajar yang normal seharusnya menjungjung tingkat nasionalisme serta memiliki akhlak yang baik. Jika sudah mempunyai poin-poin tersebut, bangsa kita akan terbebas dari hal-hal yang negative seperti tindakan kekerasan bahkan tindakan asusila.

Namun belakangan ini Indonesia dikejutkan dengan kelakuan para pelajar yang sudah bertindak diluar batas normal. Bukan hanya melakukan tawuran yang memang sangat merugikan semua pihak, melainkan video porno yang sudah beredar hampir keseluruh tanah air dengan adegan yang menurut dunia pendidikan sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pelajar apalagi didepan umum. Ironisnya, pelajar-pelajar yang melakukan aksi melakukan tersebut sama sekali tidak merasa keberatan merekam tindakan asusilanya tersebut dan bahkan menjadikan aksi tersebut sebagai lelucon dan gurauan. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi sedangkan yang seharusnya mereka lakukan adalah belajar serta menuntut ilmu demi masa depan mereka dan kemajuan bangsa.

Pemerintah yang menanggapi permasalahan tersebut melihat adanya aspek pengawasan yang rendah dari orang tua pelajar-pelajar tersebut serta rendahnya pengawasan dari aparat setempat jika ditinjau mengenai kasus tawuran antarpelajar bahkan antarmahasiswa. Bimbingan yang kuat serta pengawasan dari pendidik juga sangat diperlukan, apalagi motif yang mendasar adanya tindak kekerasan atarpelajar tersebut adalah persaingan antar sekolah serta dendam pribadi dari salah satu pelajar yang menjadi provokator. Tindakan kekerasan dan asusila yang mewabah kepada pelajar jaman sekarang harus disikapi dengan bijaksana agar adanya penyelesaian yang efesien. Diperlukan pengawasan yang lebih dari orang tua dan pendidik sekarang ini agar pelajar yang bersikap diluar batas bias diarahkan menjadi lebih baik. Jika tidak ada tindakan yang tegas, tawuran dan tindak asusila akan merajalela serta nilai-nilai bangsa akan hilang begitu saja.

Pegawasan yang ketat memang merupakan kunci utama yang harus dilakukan orang tua dan guru-guru sekarang ini. Karena lingkup termudah yang turut andil dalam pencegahan tidak kekerasan dan asusila terhadap pelajar adalah dimulai dari keluarga dan lingkungan sekolah. Pemerintah pun harus tetap berupaya dalam penuntasan kasus-kasus tersebut melalui aparat setempat dan system keamanan yang berlaku diseluruh wilayah tanah air. Pelajar Indonesia harus diarahkan kepada segala hal yang positif karena merekalah yang menjadi generasi penerus bangsa. Menjadi siswa-siswi yang berprestasi dan membanggakan haruslah menjadi target mereka. Dengan demikian, peran orang tua serta pemerintah dalam mewujudkan generasi bangsa yang cerdas tidak akan sia-sia.

Dampak modernisasi dan globalisasi terhadap etika, dan moral pelajar
Modernisasi merupakan suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat di berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan, globalisasi yang berasal dari kata global atau globe artinya bola dunia atau mendunia. Jadi, globalisasi berarti suatu proses masuk ke lingkungan dunia.
  
Modernisasi dan globalisasi dapat memperngaruhi sikap masyarakat dalam bentuk positif maupun negatif. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
 
       Sikap Positif
       1)  Penerimaan secara terbuka (open minded); lebih dinamis, tidak terbelenggu hal-hal lama  yang bersikap kolot
       2)  Mengembangkan sikap antisipatif dan selektif kepekaan dalam menilai hal-hal yang akan atau sedang terjadi.

       Sikap Negatif
       1)  Menjadi tertutup
       2)   masyarakat yang telah merasa nyaman dengan kondisi kehidupan masyarakat yang ada
       3)  Acuh tah acuh
       4)  masyarakat awam yang kurang memahami arti strategis modernisasi dan globalisasi
       5)  Kurang selektif dalam menyikapi perubahan modernisasi
       6)  dengan menerima setiap bentuk hal-hal baru tanpa adanya seleksi

Modernisasi dan globalisasi dapat masuk ke kehidupan masyarakat melalui berbagai media, terutama media elektronik seperti internet. Karena dengan fasilitas ini  semua orang dapat dengan bebas mengakses informasi dari berbagai belahan dunia. Pengetahuan dan kesadaran seseorang sangat menentukan sikapnya untuk menyaring informasi yang didapat. Apakah nantinya berdampak positif atau negatif terhadap dirinya, lingkungan, dan masyarakat. Untuk itu, diperlukan pemahaman agama yang baik sebagai dasar untuk menyaring informasi. Kurangnya filter dan selektivitas terhadap budaya asing yang masuk ke Indonesia, budaya tersebut dapat saja masuk pada masyarakat yang labil terhadap perubahan terutama remaja dan terjadilah penurunan etika dan moral pada masyarakat Indonesia.

Jika dilihat pada kenyataannya, efek dari modernisasi dan globalisasi lebih banyak mengarah ke negatif. Kita dapat kehilangan budaya negara kita sendiri dan terbawa oleh budaya barat, jika masyarakat Indonesia sendiri tidak mempelajari  pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia dan tidak menjaga kebudayaan tersebut. Ada baiknya budaya barat yang kita serap disaring terlebih dahulu. Karena tidak semua budaya barat adalah baik. Jika kita terus menerima dan menyerap budaya asing yang tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, dapat terjadi penyimpangan etika dan moral bangsa Indonesia sendiri. Melalui penyimpangan etika dan moral tersebut, dapat tercipta pola kehidupan dan pergaulan yang menyimpang. Tidak hanya akibat negatif yang dihasilkan modernisasi dan globalisasi. Proses ini juga menghasilkan akibat positif, yaitu terciptanya masyarakat yang lebih intelek dan melek terhadap perubahan dan perkembangan dunia. 

Kondisi Pelajar Saat Ini Dan Permasalahan Yang Ditimbulkan
Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai penurunan etika dan moral pelajar yang di dapat dari berbagai masyarakat :
   1. 15-20 persen dari remaja usia sekolah di Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah
   2. 15 juta remaja perempuan usia 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya
   3. hingga Juni 2009 telah tercatat 6332 kasus AIDS dan 4527 kasus HIV positif di Indonesia, dengan 78,8  persen dari kasus-kasus baru yang terlaporkan berasal dari usia 15-29 tahun
   4. Diperkirakan terdapat sekitar 270.000 pekerja seks perempuan yang ada di Indonesia, di mana lebih dari 60 persen adalah berusia 24 tahun atau kurang, dan 30 persen berusia 15 tahun atau kurang
   5. setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia di mana 20 persen diantaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja
   6. Berdasarkan data kepolisian, setiap tahun penggunaan narkoba selalu naik. Korban paling banyak berasal dari kelompok remaja, sekitar 14 ribu orang atau 19% dari keseluruhan pengguna.
   7. jumlah kasus kriminal yang dilakukan anak-anak dan remaja tercatat 1.150 sementara pada 2008 hanya 713 kasus. Ini berarti ada peningkatan 437 kasus. Jenis kasus kejahatan itu antara lain pencurian, narkoba, pembunuhan dan pemerkosaan.
   8. Sejak Januari hingga Oktober 2009, Kriminalitas yang dilakukan oleh remaja meningkat 35% dibandingkan tahun sebelumnya, Pelakunya rata-rata berusia 13 hingga 17 tahun.

Menurunnya etika dan moral di atas disebabkan oleh beberapa faktor :
1.  Longgarnya pegangan terhadap agama . Sudah menjadi tragedi dari dunia maju, dimana segala sesuatu hampir dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan, sehingga keyakinan beragama mulai terdesak, kepercayaan kepada Tuhan tinggal simbol, larangan-larangan dan suruhan-suruhan Tuhan tidak diindahkan lagi. Dengan longgarnya pegangan seseorang pada ajaran agama, maka hilanglah kekuatan pengontrol yang ada didalam dirinya. Dengan demikian satu-satunya alat pengawas dan pengatur moral yang dimilikinya adalah masyarakat dengan hukum dan peraturanya. Namun biasanya pengawasan masyarakat itu tidak sekuat pengawasan dari dalam diri sendiri. Karen pengawasan masyarakat itu datang dari luar, jika orang luar tidak tahu, atau tidak ada orang yang disangka akan mengetahuinya, maka dengan senang hati orang itu akan berani melanggar peraturan-peraturan dan hukum-hukum sosial itu. Dan apabila dalam masyarakat itu banyak ornag yang melakukuan pelanggaran moral, dengan sendirinya orang yang kurang iman tadi tidak akan mudah pula meniru melakukan pelanggaran-pelanggaran yang sama. Tetapi jika setiap orang teguh keyakinannya kepada Tuhan serta menjalankan agama dengan sungguh-sungguh, tidak perlu lagi adanya pengawasan yang ketat, karena setiap orang sudah dapat menjaga dirinya sendiri, tidak mau melanggar hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Tuhan. Sebaliknya dengan semakin jauhnya masyarakat dari agama, semakin sudah memelihara moral orang dalam masyarakat itu, dan semakin kacaulah suasana, karena semakin banyak pelanggaran-pelanggaran, hak, hukum dan nilai moral.
2. Kurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan oleh rumah tangga, sekolah maupun masyarakat. Pembinaan moral yang dilakukan oleh ketiga institusi ini tidak berjalan menurut semsetinya atau yang sebiasanya. Pembinaan moral dirumah tangga misalnya harus dilakukan dari sejak anak masih kecil, sesuai dengan kemampuan dan umurnya. Karena setiap anak lahir, belum mengertyi man auang benar dan mana yang salah, dan belum tahu batas-batas dan ketentuan moral yang tidak berlaku dalam lingkungannya. Tanpa dibiasakan menanamkan sikap yang dianggap baik untuk manumbuhkan moral, anak-anak akan dibesarkan tanpa mengenal moral itu. Pembinaan moral pada anak dirumah tangga bukan dengan cara menyuruh anak menghapalkan rumusan tentang baik dan buruk, melainkan harus dibiasakan. Zakiah Darajat mangatakan, moral bukanlah suatu pelajaran yang dapat dicapai dengan mempelajari saja, tanpa membiasakan hidup bermoral dari sejak keci. Moral itu tumbuh dari tindakan kepada pengertian dan tidak sebaliknya. Seperti halnya rumah tangga, sekolahpun dapat mengambil peranan yang penting dalam pembinaan moral anak didik. Hendaknya dapat diusahakan agar sekolah menjadi lapangan baik bagi pertumuhan dan perkembangan mental dan moral anak didik. Di samping tempat pemberian pengetahuan, pengembangan bakat dan kecerdasan. Dengan kata lain, supaya sekolah merupakan lapangan sosial bagi anak-anak, dimana pertumbuhan mantal, moral dan sosial serta segala aspek kepribadian berjalan dengan baik. Untuk menumbuhkan sikap moral yang demikian itu, pendidikan agama diabaikan di sekolah, maka didikan agama yang diterima dirumah tidak akan berkembang, bahkan mungkin terhalang. Selanjutnya masyarakat juga harus mengambil peranan dalam pembinaan moral. Masyarakat yanglebih rusak moralnya perelu segera diperbaiki dan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat dengan kita. Karena kerusakan masyarakat itu sangat besar pengaruhnya dalam pembinaan moral anak-anak. Terjadinya kerusakan moral dikalangan pelajar dan generasi muda sebagaimana disebutakan diatas, karena tidak efektifnnya keluarga, sekolah dan masyarakat dalam pembinaan moral. Bahkan ketiga lembaga tersebut satu dan lainnya saling bertolak belakang, tidak seirama, dan tidak kondusif bagi pembinaan moral. 
3.  Budaya yang materialistis, hedonistis dan sekularistis. Sekarang ini sering kita dengar dari radio atau bacaan dari surat kabar tentang anak-anak sekolah menengah yang ditemukan oleh gurunya atau polisi mengantongi obat-obat, gambar-gambar cabul, alat-alat kotrasepsi seperti kondom dan benda-banda tajam. Semua alat-alat tersebut biasanya digunakan untuk hal-hal yang dapat merusak moral. Namun gajala penyimpangan tersebut terjadi karena pola hidup yang semata-mata mengejar kepuasan materi, kesenangan hawa nafsu dan tidak mengindahkan nilai-nilai agama. Timbulnya sikap tersebut tidak bisa dilepaskan dari derasnya arus budaya matrealistis, hedonistis dan sekularistis yang disalurkan melalui tulisan-tulisan,bacaan-bacaan, lukisan-lukisan, siaran-siaran, pertunjukan-pertunjukan dan sebagainya. Penyaluran arus budaya yang demikian itu didukung oleh para penyandang modal yang semata-mata mengeruk keuntungan material dan memanfaatkan kecenderungan para remaja, tanpa memperhatikan dampaknya bagi kerusakan moral. Derasnya arus budaya yang demikian diduga termasuk faktor yang paling besar andilnya dalam menghancurkan moral para remaja dan generasi muda umumnya.
4. Belum adanya kemauan yang sungguh-sungguh dari pemerintah. Pemerintah yang diketahui memiliki kekuasaan (power), uang, teknologi, sumber daya manusia dan sebagainya tampaknya belum menunjukan kemauan yang sungguh-sunguh untuk melakukan pembinaan moral bangsa. Hal yang demikian semaikin diperparah lagi oleh adanya ulah sebagian elit penguasa yang semata-mata mengejar kedudukan, peluang, kekayaan dan sebagainya dengan cara-cara tidak mendidik, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme yang hingga kini belum adanya tanda-tanda untuk hilang. Mereka asik memperebutkan kekuasaan, mareri dan sebagainya dengan cara-cara tidak terpuji itu, dengan tidak memperhitungkan dampaknya bagi kerusakan moral bangsa. Bangsa jadi ikut-ikutan, tidak mau mendengarkan lagi apa yang disarankan dan dianjurkan pemerintah, karena secara moral mereka sudah kehiangan daya efektifitasnya. Sikap sebagian elit penguasa yang demikian itu semakin memperparah moral bangsa, dan sudah waktunya dihentikan. Kekuasaan, uang, teknologi dan sumber daya yang dimiliki pemerintah seharusnya digunakan untuk merumuskan konsep pembinaan moral bangsa dan aplikasinya secara bersungguh-sungguh dan berkesinambungan.
5.  Ingin mengikuti trend, bisa saja awalmya para remaja merokok adalah ingin terlihat keren, padahal hal itu sama sekali tidak benar. Lalu kalau sudah mencoba merokok dia juga akan mencoba hal-hal yang lainnya seperti narkoba dan seks bebas.
6. Himpitan ekonomi yang membuat para remaja stress dan butuh tempat pelarian.
7. Kurangnya pendidikan Agama dan moral.

 Faktor-faktor di atas sebagian besar dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Dengan berkembang pesatnya teknologi pada zaman sekarang ini, arus informasi menjadi lebih transparan. Kemampuan masyarakat yang tidak dapat menyaring informasi ini dapat mengganggu etika dan moral remaja. Pesatnya perkembangan teknologi dapat membuat masyarakat melupakan tujuan utama manusia diciptakan, yaitu untuk beribadah.


Sumber :